Keberlanjutan Membuat Sejumlah Perusahaan Bergerak ke Arah Ekonomi Hijau
Semakin tingginya tuntutan akan keberlanjutan membuat sejumlah perusahaan bergerak ke arah ekonomi hijau. Kini, keberlanjutan bukan lagi sekadar opsi, melainkan juga bagian dari keputusan bisnis. Inovasi dan kolaborasi menjadi dua poin kunci dalam implementasi bisnis berkelanjutan tersebut. Hal tersebut mengemuka dalam bincang pada Climate Innovation Week 2024 yang diselenggarakan Ecoxyztem, di Jakarta, Sabtu (21/9/2024).
Hadir dalam acara tersebut perusahaan-perusahaan besar dan sejumlah ecopreneur atau pelaku bisnis berbasis lingkungan yang memamerkan berbagai produk, termasuk hasil daur ulang memanfaatkan limbah tak terpakai. Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, mengatakan, keberlanjutan di institusi finansial bukan sekadar tentang pembiayaan, melainkan juga strategi perusahaan mengintegrasikan bisnis utama dengan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social, and governance/ESG) Hal tersebut penting untuk bisnis jangka panjang.
”Jadi, bagaimana ESG ini terintegrasi dengan keputusan bisnis perusahaan. HSBC melakukannya, antara lain, dengan target net zero emission (NZE) pada 2050. Hal itu tertuang dalam dokumen rencana implementasi transisi menuju NZE itu,” kata Nuni. Secara konkret, lanjut Nuni, pihaknya melihat beragam sektor yang hendak dibiayai. Tidak lantas membatasi sepenuhnya, tetapi semua dibantu untuk turut bertransisi. Hal itu berlaku bagi perusahaan yang memiliki tingkat emisi tinggi ataupun sebaliknya. Secara sederhana, pihaknya mengarahkan nasabah untuk ikut bertransisi pada hal-hal yang mengutamakan keberlanjutan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023