;

Hiroyuki Sanada Kerja Keras akan Mendapat Hasil yang Memuaskan

Ekonomi Yoga 20 Sep 2024 Kompas (H)
Hiroyuki Sanada Kerja Keras akan Mendapat Hasil yang Memuaskan

Sebagai produser sekaligus aktor pemeran utama serial drama sejarah Shogun, peran Hiroyuki Sanada (63) sangat penting. Sanada muncul sebagai Aktor Utama Terbaik dan serial itu meraih 18 penghargaan dalam Emmy Awards Ke-76. Wisnu Dewabrata Film berlatar sejarah Jepang di periode Sengoku (1467-1600) ini menjadi buah bibir dunia. Selain Sanada, aktris Anna Sawai, yang juga bermain di film tersebut, meraih penghargaan Aktris Utama Terbaik di ajang yang sama. Sanada bukan aktor ”kaleng-kaleng”. Sejak usia lima tahundia terlibat dalam seni peran,terutama film. Pengalaman panjang itu menjadi modal Sanada menggarap Shogun dengan sangat rinci dan hati-hati. Tak sekadar mengacu pada novel aslinya, Shogun (1975), karangan James Clavell, Sanada juga melibatkan banyak riset serta pakar terkait kehidupan masyarakat Jepang di era itu. Mulai dari pakar kaligrafi, gestur, kostum, hingga tata rias wajah dan rambut, yang didatangkan dari Jepang langsung demi menjaga keaslian. Dalam wawancara di laman FX Networks, Sanada dan produser eksekutif Rachel Kondo mengatakan, pihaknya menyesuaikan beberapa nama karakter lantaran di versi novel dinilai lebih modern dibandingkan dengan kenyataan. ”Jika ada sesuatu yang tampak tidak realistis di film, para penonton tak bisa fokus pada plot cerita saat menontonnya,” ujar Sanada. Latar sejarah di film ini sangat spesifik, yakni Periode Sengoku, yang begitu penting dalam sejarah ”Negeri Matahari Terbit”. Pada era itu, banyak kekacauan politik berkepanjangan, yangjuga memicu peperangan antarpenguasa lokal. Pada awal abad ke-16 itu Jepang terbagi ke dalam banyak wilayah.


Keluarga Sanada lahir dari sebuah keluarga berlatar belakang petani dan nelayan bermarga Shimozawa di Shinagawa, Tokyo, Jepang, 12 Oktober 1960. Saat itu keluarganya tinggal di lingkungan yang sama dengan aktor film terkenal di masanya, Kokichi Takada. Putra Takada sebaya dan berteman dengan Sanada sejak masih usia empat tahun. Ketertarikan bocah bernama asli Hiroyuki Shimozawa itu terhadap dunia seni, terutama seni peran, sudah terlihat saat bergabung dalam sebuah sanggar anak, Himawari Theatre Group. Setahun setelah bergabung, dia ditawari terlibat dalam film The Game of Chance atau Rokyok Komoriuta (1965). Aktor film ternama di masa itu, Sonny Chi ba, menjadi pemeran utama. Film itu sukses dan dikembangkan menjadi trilogi. Kedua orangtua Sanada sebetulnya menentang keinginannya menjadi aktor film. Apa lagi Sanada lebih memilih ber main film ketimbang melanjutkan sekolah. 

Namun, nasib berkata lain. Saat Sanada berusia 11 tahun, sang ayah meninggal, sementara sang ibu, yang bekerja di salon rambut, tak kuasa melawan tekad bulat Sanada. Chiba membawa pengaruh besar pada Sanada, apalagi setelah Sanada masuk ke sekolah bela diri dan pemeran pengganti(stuntman), yang didirikan Chiba, Japan Action Club (JAC). Mengutip laman Kungfumagazine.com, Sanada menyebut Chiba benar-benar menjadi figur seorang ayah dan panutan baginya. Satu nasihat Sonny Chiba yang paling diingat Sanada adalah berkarier di perfilman itu ibarat lari maraton karena harus dilakoni dalam periode waktu yang panjang. Dengan begitu, yang terpenting untuk dilakukan adalah terus berakting sampai kapan pun. ”Ketika mencapai usia 30 (tahun), maka pada saat itulah karier Anda baru benar-benar akan dimulai. Saat itu Anda akan mendapatkan kesempatan besar sesungguhnya yang pertama. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :