;

Kabut Asap dan Regulasi Baru: Tantangan Baru Dunia Usaha

Ekonomi Hairul Rizal 17 Sep 2024 Kontan
Kabut Asap dan Regulasi Baru: Tantangan Baru Dunia Usaha

Kinerja PT Gudang Garam Tbk (GGRM) suram di tengah kenaikan cukai ketika daya beli masyarakat masih lemah. Emiten sektor rokok ini diperkirakan masih bakal dipenuhi kabut asap karena kurangnya katalis positif. GGRM melaporkan hasil kinerja yang buruk pada kuartal kedua 2024, dengan laba bersih anjlok 75,1% year on year (yoy) dan 44,7% quarter on quarter (qoq) menjadi Rp 329 miliar. Sehingga, laba bersih GGRM pada semester I-2024 tergerus jadi Rp 925 miliar, turun 71% yoy. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Putu Chantika Putri mengamati, kinerja GGRM disebabkan beberapa faktor, termasuk pertumbuhan pendapatan yang melambat. GGRM juga tertinggal dari pesaing utama karena penurunan penjualan segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM). Penurunan pendapatan dari SKM sekitar -10,6% yoy. Sedangkan pendapatan Sigaret Kretek Tangan (SKT) masih tumbuh sebesar 8,4% yoy menjadi Rp 2,3 triliun. 

Margin kotor GGRM juga terkikis karena kurangnya kenaikan harga jual produk. Di sisi lain, biaya pengeluaran (opex) GGRM tercatat lebih tinggi. Analis Sinarmas Sekuritas, Vita Lestari melihat, nilai penjualan SKM GGRM yang mencapai titik terendah dalam beberapa tahun menunjukan bahwa terjadi peralihan ke produk dengan harga yang lebih murah (downtrading). Putu mengatakan, tekanan bagi GGRM nampaknya masih belum berakhir hingga akhir tahun ini. Hal itu karena tingkat penjualan lemah, kurangnya katalis nyata untuk meningkatkan daya beli. Karena itu, Putu merevisi perkiraan penjualan GGRM akan lebih rendah. Pendapatan GGRM diperkirakan makin tergerus menjadi hanya Rp 103,15 triliun dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp 109,41 triliun dan capaian tahun 2023 sebesar Rp 118,95 triliun. Di sisi lain, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, peluang pemangkasan suku bunga dapat menjadi katalis positif bagi GGRM karena dapat meningkatkan kembali konsumsi domestik. "Tapi pemulihan membutuhkan waktu lama, kata Nafan, ke KONTAN, kemarin.

Download Aplikasi Labirin :