Investasi yang Tepat di Tengah Tren Penurunan Suku Bunga
Era suku bunga tinggi akan segera berakhir. Jika sesuai rencana, bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, bakal memangkas suku bunganya pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari ini (17/) hingga Rabu (18/9).
Keputusan The Fed diproyeksi akan diikuti Bank Indonesia (BI). Seiring itu, sejumlah portofolio investasi akan terpapar sentimen positif.
CEO PT Pinnacle Persada Investama alias Pinnacle Investment Guntur Putra menilai, penurunan suku bunga akan membuat kupon obligasi jadi lebih menarik dibanding suku bunga pasar.
Tak hanya obligasi, pasar saham juga akan menggeliat. Pemangkasan bunga The Fed berpotensi mendatangkan
capital inflow
. Dus, likuiditas di pasar meningkat. "Penurunan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik saham, terutama sektor yang sensitif terhadap suku bunga," imbuh dia.
CEO and Founder Finansialku Melvin Mumpuni mengamini, penurunan suku bunga akan berdampak positif pada pasar saham. Perusahaan di sektor
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyarankan, dengan ada pemangkasan suku bunga, investor bisa lebih agresif mengatur portofolionya. "Dari sebelumnya di aset
safe haven
, dialihkan lebih banyak aset yang berisiko," ujar dia.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023