;

Suku Bunga Rendah, Emiten Ritel Semakin Menggeliat

Ekonomi Hairul Rizal 17 Sep 2024 Kontan
Suku Bunga Rendah, Emiten Ritel Semakin Menggeliat

Rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed untuk memangkas bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam pertemuan FOMC pekan ini, bakal jadi angin segar bagi kinerja emiten ritel nasional. Langkah The Fed itu akan diikuti sejumlah bank sentral lain, termasuk Bank Indonesia (BI). Kebijakan pelonggaran moneter diprediksi akan berujung ke perbaikan daya beli konsumen. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina memprediksi, sektor ritel menunjukkan kinerja positif di kuartal IV-2024. Prediksi itu terealisasi jika BI turut memangkas bunga. "Penurunan suku bunga akan memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong kenaikan konsumsi rumah tangga," kata Martha, akhir pekan lalu. Pemangkasan suku bunga dan peningkatan kepercayaan konsumen akan mendorong masyarakat lebih aktif belanja barang dan jasa. Marthe memperkirakan, sektor ritel, khususnya segmen barang konsumsi, fesyen, dan elektronik akan mendapat keuntungan dari tren tersebut. Terlebih, kinerja keuangan sejumlah emiten ritel masih dalam tren positif di enam bulan pertama tahun ini. Contohnya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart, meraup laba bersih Rp 1,7 triliun pada semester I 2024. Laba AMRT ini tumbuh 6,2% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,6 triliun. Research Analyst Mirae Asset, Abyan Habib Yuntoharjo mengamati, prospek ACES masih akan tumbuh positif di sisa tahun 2024. Ini didorong potensi penurunan suku bunga, yang akan berdampak positif pada daya beli masyarakat. "Sentimen positif ini akan lebih terlihat nanti setelah pemangkasan suku bunga," kata Abyan.

Tags :
#Bursa #Bunga
Download Aplikasi Labirin :