Saham Konsumsi Mencapai Titik Balik: Saatnya Bangkit?
Peluang kebangkitan saham sektor konsumer yang sebelumnya tertinggal di bursa, dengan dukungan dari meningkatnya optimisme konsumen. Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, menekankan bahwa hasil survei Bank Indonesia yang menunjukkan peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 124,4 pada Agustus 2024, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi yang berpotensi mendorong kinerja emiten konsumer.
Meskipun indeks saham consumer non-cyclicals masih lambat dengan hanya naik 0,5% year-to-date (YtD), dibandingkan dengan IHSG yang melonjak 6,72% YtD, Nafan optimistis bahwa sentimen positif dari konsumen dapat menjadi katalis untuk sektor ini. Beberapa saham yang sudah menunjukkan perbaikan seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) telah mengalami kenaikan masing-masing 9,46% dan 9,30% YtD.
Henry Wibowo, Head of Indonesia Research & Strategy JP Morgan Indonesia, menyatakan bahwa sektor konsumer, khususnya fast moving consumer goods (FMCG) dan consumer discretionary, akan tumbuh seiring perkiraan produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia melampaui US$5.000 pada 2024. Henry membandingkan kondisi ini dengan China pada 2011, ketika PDB per kapitanya juga mencapai angka serupa, yang memicu lonjakan konsumsi domestik.
Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalia dari BRI Danareksa Sekuritas juga menambahkan bahwa pemilu serentak pada November 2024 serta penguatan nilai tukar rupiah akan memberikan dampak positif pada daya beli masyarakat. Mereka merekomendasikan saham ICBP dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), yang dinilai mampu bertahan di tengah gejolak harga bahan baku dan volatilitas kurs.
Dari sisi emiten, Anthoni Salim, Direktur Utama ICBP, menyatakan bahwa perusahaan akan terus memanfaatkan ketangguhan model bisnisnya untuk menjaga pertumbuhan. Wardhana Atmadja, Direktur MYOR, menambahkan bahwa Mayora akan menaikkan harga beberapa produknya akibat kenaikan harga bahan baku seperti biji kakao dan kopi, namun diversifikasi produk diharapkan dapat meminimalkan dampaknya.
Keseluruhan optimisme ini menunjukkan bahwa sektor konsumer memiliki prospek yang cerah, terutama dengan dukungan peningkatan daya beli dan sentimen positif dari konsumen.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023