Kredit Apartemen Lesu, Apa Solusinya?
Penyaluran kredit kepemilikan apartemen (KPA) masih tumbuh mini, meski
outstanding
kredit kepemilikan hunian secara keseluruhan tumbuh pesat hingga pertengahan tahun. Ini sejalan dengan pasar apartemen yang masih mengalami tekanan.
Hendra Hartono, CEO Leads Property Services Indonesia, mengatakan, pasar apartemen hingga saat ini belum bergerak. Perbankan juga cenderung menutup diri dalam menyalurkan KPA.
Penyaluran kredit ke sektor apartemen baik, untuk kontruksi maupun KPA, sangat terbatas. Kalau pun bank mau membiayai KPA, mereka selektif, kecuali untuk pembeli
secondary
. Sebelum menyetujui kredit, bank juga sangat memperhatikan di mana calon lokasi nasabahnya, kata Hendra, Senin (9/9).
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit kepemilikan apartemen (KPA) masih rendah, jauh dari total pertumbuhan kredit kepemilikan hunian. Namun, laju KPA dalam tren naik.
Outstanding
KPA per Juni 2024 tercatat mencapai Rp 30,31 triliun, tumbuh 7,26% secara tahunan. Lajunya naik dari 4,76% pada Juni 2023 dan 5,75% di Desember.
Sebelumnya, SVP
Consumer Loan Group
Bank Mandiri Dessy Wahyuni mengatakan, permintaan KPA menurun karena pengembang memang lebih fokus pada penjualan rumah tapak dibanding apartemen.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023