;

ELSA Panen Cuan dari Proyek Migas

Ekonomi Hairul Rizal 10 Sep 2024 Kontan
ELSA Panen Cuan dari Proyek Migas

PT Elnusa Tbk (ELSA) diperkirakan mampu melanjutkan tren pertumbuhan kinerja pada semester II-2024. Penyerapan belanja modal alias capital expenditure (capex) untuk proyek strategis hingga insentif di sektor hulu migas menjadi pendorong kinerja ELSA. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Muhamad Heru Mustofa mengatakan, ELSA membukukan pendapatan sebesar Rp 6,3 triliun pada semester I 2024. Nilai itu tumbuh 7,8% year on year (yoy) dari Rp 5,86 triliun. Pertumbuhan pendapatan ELSA ditopang oleh segmen jasa hulu migas terintegrasi yang naik sekitar 37,35% menjadi Rp 2,6 triliun dari senilai Rp 1,9 triliun. Sementara segmen jasa penunjang migas menurun sebesar 16,55% yoy menjadi Rp 692 miliar dari Rp 829 miliar serta jasa distribusi dan logistik energi melorot 1,88% yoy menjadi Rp 3,3 triliun dari Rp 3,36 triliun. "ELSA sebagai salah satu pemain dalam industri tersebut memiliki peralatan pengeboran (rig) yang andal dan mumpuni bernama Elnusa Modular Rig 01 (EMR-01)," ujarnya, Senin (9/9). Meski begitu, analis Lotus Andalan, Fath Aliansyah berpandangan kontribusi dari sektor hulu migas akan sedikit lebih rendah dari semester I 2024. 

Menurutnya, terdapat risiko dengan adanya pergantian pemerintahan yang baru yang dapat mempengaruhi jalannya proyek. "Walaupun masih bisa bertumbuh dibanding tahun lalu, tapi ada kecenderungan lebih kecil dibanding semester I," sebut Fath. Analis Sinarmas Sekuritas, Inav Haria Chandra memperkirakan, untuk semester II ini akan terjadi pergeseran. Segmen bisnis hilir dinilai yang akan akan mendukung pendapatan ELSA. Secara umum, kinerja ELSA diperkirakan tetap positif. Sinarmas Sekuritas telah meningkatkan perkiraan laba bersih ELSA, yakni menjadi Rp 667 miliar dibandingkan dengan sebelumnya sebesar Rp 647 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer bilang, sentimen-sentimen itu akan memberikan efek positif terhadap saham ELSA. "Jika mengasumsikan earning per share (EPS) disetahunkan berada di 121 dan potensi ELSA bagi dividen di kisaran 40%-50%, maka bisa menghasilkan potensi dividend yield antara 10%-13%, dengan menggunakan harga terakhir Rp 480," terang Miftah.

Download Aplikasi Labirin :