Rencana Belanja Modal Jumbo Emiten Pertambangan
Sederet emiten tambang dan energi menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) jumbo untuk menggarap proyek ekspansi di tahun ini. Salah satunya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Emiten tambang emas dan tembaga ini menganggarkan capex US$ 2 miliar pada 2024. Dengan capex berlimpah, saat ini AMMN sedang mengerjakan sejumlah proyek ekspansi. Meliputi smelter tembaga & precious metal refinery, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), fasilitas liquified natural gas (LNG) dan fasilitas transmisi dan distribusi. Selain itu, AMMN menggarap desain ulang dan ekspansi pabrik konsentrator, serta proyek infrstruktur pendukung. Sederet proyek tersebut mendongkrak serapan capex AMMN per semester I-2024 menjadi US$ 867 juta, melonjak sekitar 99% dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan capex juga dialami PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), yang naik 46% menjadi US$ 394 juta per Juni 2024. Terutama diinvestasikan pada alat berat, tongkang dan infrastruktur pendukung di rantai pasokan. Lalu, untuk proyek smelter aluminium dan fasilitas pendukung. Adapun, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) tak ketinggalan menggelar ekspansi. MEDC menyiapkan capex US$ 350 juta untuk segmen minyak dan gas (migas) serta US$ 80 juta untuk ketenagalistrikan.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer melihat, anggaran maupun realisasi capex emiten tambang dan energi yang terbilang jumbo memberikan indikasi positif. Hal ini memberikan sinyal optimisme emiten dari sisi ekspansi sebagai strategi pengembangan bisnis ke depan.
Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki sepakat, capex yang besar bisa menjadi indikasi awal bahwa proyek ekspansi masih berjalan sesuai rencana. "Manajemen juga optimistis bisnis masih
in line
dengan target mereka," kata Yaki, Senin (9/9).
Founder
Stocknow.id Hendra Wardana menyoroti sektor tambang dan energi memiliki siklus bisnis yang panjang. Dus, emiten perlu melakukan pendekatan investasi jangka panjang. Secara umum, kata Hendra, capex sejumlah emiten besar menunjukkan langkah ekspansi pada proyek strategis di hulu dan hilir.
Secara teknikal, Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menjagokan saham ITMG, UNTR dan ADRO. Ketiga saham itu punya prospek positif untuk jangka pendek.
Tags :
#PertambanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023