;

Sepiring Nasi Goreng Paus Fransiskus

Sepiring Nasi Goreng Paus Fransiskus

”Paus Fransiskus memilih hanya satu menu, dari tiga yang ditawarkan. Paus tak mau ada sisa. Dan yang dipilih adalah nasi goreng,” kata Irfan Setiaputra, Presdir Garuda Indonesia, dalam penerbangan antara Jakarta-Port Moresby, Papua Niugini, yang membawa Paus Fransiskus, Jumat (6/9). Sebagai seorang Muslim, Irfan, yang turut mendampingi penerbangan GA-7780 ini, mengaku kagum pada kesederhanaan Paus Fransiskus. ”Beliau menyantap seperti yang disajikan kepada yang lain, yang membedakan hanya penataannya,” tambah Irfan. Untuk nasi goreng yang disajikan kepada anggota rombongan yang duduk di kursi kelas ekonomi, tampak menu dilengkapi dengan potongan ayam goreng sambal matah, potongan wortel, dan bayam rebus.

Sebagai pembuka, ada tiga potong buah lokal, yaitu nanas, melon, dan pepaya. Sebagai menu penutup, disajikan sepotong kue cokelat yang manisnya tersamar. Markus Solo Kewuta SVD, yang turut mendampingi Paus Fransiskus, mengatakan, selama berada di Indonesia, Paus Fransiskus tidak memiliki pilihan tersendiri. Ia mengikuti saja apa yang tersaji. ”Namun, Paus Fransiskus menggemari buah-buah lokal, terutama pepaya, nanas, dan melon,” ucap Markus Solo. Kebetulan, dalam menu yang tersaji dalam penerbangan siang itu, ketiga buah tersebut ”hadir” melengkapi santap siang Paus Fransiskus. Nasi gorengnya pun sederhana, dengan rasa yang tidak terlalu tajam, tetapi cukup enak di lidah.

Saat dipadu dengan ayam sambal matah, rasa sedikit tajam menguar di mulut. Meskipun sederhana, menu itu terasa istimewa lantaran berasal dari belanga yang sama, sebagaimana nasi goreng yang tersaji di piring Paus. Nuansa simpel itu, menurut Irfan, sempat ”menyihir” kru pesawat Airbus A330-900 neo milik Garuda Indonesia yang menerbangkan Paus Fransiskus ke Port Moresby. Awalnya, mereka ingin menyambut Paus Fransiskus saat masuk dan menjabat tangannya. Namun, kata Irfan, bukan hanya sapa yang mengalir, air mata pun turut tak terbendung. ”Masing-masing dari kami mendapat bingkisan dari beliau, satu kotak panjang, belum saya buka,” kata Irfan. Dalam penerbangan yang memakan waktu kurang lebih enam jam itu, tampak bahwa kru mendampingi penumpang dengan antusias. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :