Setelah Sukses Diplomasi Ekonomi, IAF Menyisakan ”PR”
Pelaksanaan rangkaian Forum Indonesia Afrika atau IAF 2024 dan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak atau HLF MSP di Nusa Dua, Bali, sukses besar dalam meraih kerja sama dengan potensi nilai puluhan triliun rupiah. Tapi, ajang yang digelar pada 1-3 September 2024 ini menyisakan pekerjaan rumah jika Indonesia serius menyasar Afrika sebagai pasar baru. Sejumlah “PR” itu dari sisi diplomasi berkesinambungan dan sisi keuangan. Dari sisi diplomasi, persyaratan visa untuk sejumlah negara Afrika perlu dipermudah tanpa melonggarkan pengawasan. Selain itu, minimnya jumlah kedubes di Afrika perlu menjadi perhatian jika Indonesia betul-betul ingin hadir di sana.
Saat ini, dari 54 negara di Afrika, Indonesia baru hadir di 16 negara. Dubes RI untuk Nigeria, yang juga membawahkan 12 negara lain, Usra Hendra Harahap mengatakan, untuk Liberia, saat ini Indonesia masih memberlakukan kebijakan calling visa. Calling visa membutuhkan waktu panjang dan biaya besar. Ini menghambat kerja sama. Setiap pengajuan calling visa harus diperiksa di sembilan lembaga negara. ”Bagaimana kita mau menjalin kerja sama kalau pebisnis mereka sulit masuk ke sini?” kata Usra, Selasa (3/9). Menurut Usra, kebijakan ini seharusnya dievaluasi. Ia menyarankan pemeriksaan cukup di Kamar Dagang Liberia.
Dengan begitu, pengawasan penerbitan visa tetap ketat walau lebih mudah. Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Kementerian PPN / Bappenas, Bogat Widyatmoko mengatakan, tantangan di bidang keuangan terdapat pajak ganda dalam perdagangan dan investasi serta kendala dalam sistem pembayaran global. Untuk menyikapinya, sejumlah langkah akan diambil, termasuk mengkaji alat pembayaran di luar mata uang dollar AS yang bisa diterima negara Selatan-Selatan, merumuskan pembiayaan inovatif, serta menggalang kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023