Obligasi dan Emas: Pilihan Tepat di Tengah Suku Bunga Rendah
Instrumen saham menjadi portofolio dengan kinerja terbaik sepanjang Agustus 2024. Tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 5,72% secara bulanan (MoM). Berdasarkan riset KONTAN, kinerja saham di Agustus mengungguli kinerja emas. Meskipun sempat mencapai level tertinggi baru, kenaikan emas spot di Agustus sebesar 2,20% month on month (mom). Sementara emas Antam justru mencatatkan kinerja minus 0,78% mom. Aset kripto juga terkoreksi dua digit bulan lalu. Tapi sejak awal tahun ini, aset kripto dan emas masih jadi primadona. Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, instrumen saham didukung risk on global yang sudah mulai terjadi. Sebab, ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed akan terjadi pada September ini. Untuk bulan ini, Fikri berpandangan kedua instrumen tersebut masih menarik. Namun, ia melihat obligasi pemerintah yang paling menarik. "Jika penurunan Fed Rate di September terjadi, kemungkinan BI rate juga akan turun dan harapannya akan mendorong kinerja pasar obligasi lebih baik," katanya.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong menambahkan, melemahnya kinerja emas Antam lebih karena nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS. Mengingat, rupiah telah menguat hampir 6% sejak awal bulan, sedangkan emas dunia hanya naik kurang dari 3%.
Meski begitu, secara umum kinerja instrumen saham, obligasi dan emas tetap baik pada jangka pendek ini. "Hanya saja, saham itu secara umum paling berisiko dan bisa bergerak terbalik terhadap
safe haven
emas," imbuh Lukman.
Adapun untuk instrumen aset kripto,
trader
Tokocrypto, Fyqieh Fachrur memaparkan, secara historis September sering kali menjadi bulan yang penuh tantangan bagi bitcoin. Dalam periode tersebut, terjadi penurunan bitcoin antara 5% hingga 15% dalam waktu sebulan. Tapi pada September 2023, bitcoin mampu naik sekitar 5%.
Dengan suku bunga yang lebih rendah, maka daya tarik bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi juga meningkat. Sehingga kondisi ini bisa mendorong harga bitcoin naik mendekati level psikologis US$ 100.000, jika momentum
bullish
berlanjut. Ia mengingatkan, volatilitas harga bitcoin masih bisa meningkat seiring ketidakpastian ekonomi global.
Tags :
#ObligasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023