Polisi Menyelidiki Dugaan Pemalakan PPDS
Polda Jateng bakal mendalami dugaan pemalakan pada Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip di RSUP Dr Kariadi, Semarang, Jateng. Berdasarkan investigasi Kemenkes, ARL (30), mahasiswi PPDS Anestesi Undip yang meninggal, diduga dimintai uang di luar biaya pendidikan hingga puluhan juta rupiah. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah informasi terkait dugaan perundungan terhadap ARL, termasuk adanya permintaan uang. Informasi itu menjadi petunjuk bagi penyidik Polda Jateng untuk didalami. ”Harapannya bukti petunjuk itu mempermudah penyidik melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari pihak-pihak terkait mengenai informasi tersebut,” kata Artanto, Selasa (3/9).
Informasi yang beredar terkait dengan jumlah nominal uang pemalakan itu juga akan ditelusuri penyidik. ”Informasi di luar ada beredar soal nominalnya berapa. Akan kami lakukan penyelidikan, pendalaman, betul atau tidak infonya,” ujarnya. Pekan lalu, Polda Jateng menggelar rakor dengan Inspektorat Jenderal Kemenkes serta Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek. Dalam rapat tersebut, tim investigasi dari Kemenkes menyerahkan data dan laporan terkait investigasi yang telah mereka lakukan untuk mendalami dugaan perundungan di PPDS Anestesi Undip di RSUP Dr Kariadi.
”Kami dari kepolisian akan menindaklanjuti hasil investigasi tersebut dan melakukan pendalaman. Sambil melakukan pendalaman, kami selalu berkoordinasi dan berkomunikasi terus dengan Kemenkes,” ujarnya. Artanto menyebut, polisi tengah melakukan otopsi psikologi. Pemeriksaan itu diharapkan bisa memberi gambaran mengenai kematian ARL. ”Hasil otopsi psikologi ini dapat menentukan motivasi dari kematian almarhumah. Semoga hasilnya bisa segera disampaikan dalam waktu dekat,” katanya. Sebelumnya, Jubir Kemenkes Mohammad Syahril mengungkapkan adanya dugaan permintaan biaya di luar biaya pendidikan resmi kepada ARL oleh oknum di PPDS Anestesi, berkisar Rp 20 juta sampai Rp 40 juta per bulan (Kompas.id, 31/8). Biaya itu tak hanya dikeluarkan ARL, tetapi juga mahasiswa PPDS lain pada program yang sama. Biaya ini diduga menjadi pemicu awal tekanan yang dialami ARL. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023