OECD: Pemulihan Ekonomi akan Lamban dan Tidak Pasti
Ekonomi global diperkirakan kontraksi setidaknya 6% tahun ini. Hilangnya pendapatan dan ketidakpastian menjadi dampak yang ditimbulkan oleh wabah virus corona Covid-19. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD menyatakan, jika sampai terjadi gelombang kedua penularan di akhir tahun, kontraksi itu dapat mencapai 7,6%. Pada kedua skenario di atas, pemulihannya akan berlangsung lambat dan tidak pasti.
Organisasi berbasis di Paris, Prancis ini menggarisbawahi, produk domestik bruto (PDB) global dapat tumbuh sebesar 5,2% pada 2021. Jika krisis Covid-19 tertanggulangi. Tapi hanya sebesar 2,8% jika muncul gelombang infeksi yang kedua. Menurut laporan tersebut, aktivitas ekonomi di 37 negara anggota OECD telah runtuh. Dalam beberapa kasus penurunan mencapai 20%-30%. Selama tidak ada vaksin atau pengobatan atas virus corona Covid-19, OECD menilai upaya menjaga penularan dengan jaga jarak fisik, mengetes orang, melacak, dan mengisolasi yang terinfeksi akan tetap menjadi kunci dalam memerangi pandemi ini. Tetapi dalam kondisi seperti itu, sektor-sektor yang dipengaruhi oleh penutupan perbatasan dan sektor yang membutuhkan kontak pribadi yang dekat, seperti pariwisata, perjalanan, hiburan, restoran, dan akomodasi tidak dapat beroperasi seperti sebelumnya.
Pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia telah mengambil langkah besar untuk melindungi bisnis dan para pekerja dari kejatuhan ekonomi. Tetapi ini juga memiliki konsekuensi, kata laporan itu, karena utang publik bruto naik dengan cepat. Pemerintah dinilai perlu menyesuaikan dukungannya, memungkinkan proses restrukturisasi yang cepat untuk perusahaan, menyediakan penghasilan bagi pekerja di antara sejumlah pekerjaan, pelatihan bagi yang kehilangan pekerjaan, dan perlindungan sosial bagi pihak yang paling rentan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023