Perjanjian Kerja Sama RI-Australia
Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan yang telah dirundingkan beberapa waktu terakhir. Perjanjian ini meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan. Perjanjian kerja sama pertahanan (defense cooperation agreement/DCA) ini ditandatangani Menhan RI Prabowo Subianto dan Deputi PM sekaligus Menhan Australia Richard Marles di Akmil, Magelang, Jateng, Kamis (29/8). Prabowo mengatakan, perjanjian ini merupakan tonggak bersejarah, sekaligus kelanjutan Perjanjian Lombok (2006) antara Indonesia dan Australia.
”Ini dilakukan untuk bersama-sama, sebagai tetangga yang berhubungan langsung, meningkatkan kerja sama untuk saling membantu mengatasi berbagai ancaman keamanan serta mempromosikan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik,” ujar Prabowo. Presiden terpilih RI itu menegaskan, DCA bukanlah suatu pakta militer atau aliansi militer, melainkan kerja sama pertahanan. ”Ini menandakan bahwa kita ingin meneruskan serta memelihara hubungan erat dan hubungan persahabatan yang sangat baik. Saya bertekad untuk menjaga hubungan Indonesia-Australia menjadi lebih baik di masa yang akan datang,” tutur Prabowo. Marles mengungkapkan, hubungan Indonsia-Australia sebagai teman terdekat tecermin dalam perjanjian kerja sama pertahanan ini.
”DCA di antara kedua negara kita ini adalah yang terdalam dan paling signifikan dalam sejarah hubungan bilateral kita,” katanya. DCA adalah perjanjian bahwa Indonesia dan Australia akan bekerja sama lebih erat dalam bidang pertahanan, di antaranya, dalam meningkat-kan interoperabilitas di antara kekuatan pertahanan kedua negara. Selain itu juga kemampuan untuk beroperasi dari wilayah negara mitra. ”Kita bisa bekerja sama untuk kepentingan kita bersama, seperti menjaga tatanan dunia berbasis aturan,” ujar Marles. Salah satu perwujudan dari kerja sama pertahanan itu adalah latihan militer bersama. Marles mengungkapkan, Indonesia-Australia akan menggelar latihan bersama terbesar pada November tahun ini di Surabaya, Jatim. Latihan itu melibatkan 2.000 personel matra darat, laut, dan udara dari kedua negara. ”Ini sekaligus menjadi latihan terbesar bagi Australia di luar negeri tahun ini,” kata Marles. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023