;

Indonesia Terancam Defisit Kembar Lagi

Ekonomi Hairul Rizal 23 Aug 2024 Kontan
Indonesia Terancam Defisit Kembar Lagi

Posisi keuangan Indonesia menghadapi tekanan akibat defisit kembar. Daya tahan Indonesia dalam menghadapi efek gejolak global pun bakal menurun. Sebagai gambaran, pada kuartal II-2024, Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD), serta defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI). Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), posisi CAD pada kuartal kedua tahun ini mencapai US$ 3,02 miliar atau setara 0,9% dari produk domestik bruto (PDB). Padahal di kuartal sebelumnya posisi CAD Indonesia sebesar US$ 2,4 miliar atau 0,7% dari PDB. Masih menurut laporan BI, surplus neraca perdagangan barang pada kuartal II-2024 tercatat US$ 9,96 miliar, naik dari kuartal sebelumnya sebesar US$ 9,28 miliar. Pun dengan surplus pendapatan sekunder yang naik dari US$ 1,32 miliar menjadi US$ 1,47 miliar. Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, peningkatan defisit neraca jasa dipengaruhi oleh defisit jasa perjalanan (travel) seiring pelaksanaan ibadah haji 2024. Adapun kenaikan defisit neraca pendapatan primer dipengaruhi pembayaran dividen dan bunga atau kupon obligasi. "Ini sesuai dengan pola triwulanan," kata Erwin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8). 

Kinerja positif ini terutama ditopang oleh aliran masuk modal asing ke sejumlah instrumen portofolio investasi di pasar keuangan. Selain itu kata Erwin, surplus transaksi modal dan finansial juga ditopang oleh arus masuk investasi langsung. Namun secara umum, posisi surplus transaksi modal dan finansial belum mampu menutup defisit transaksi berjalan. Alhasil, neraca pembayaran Indonesia masih mencatatkan defisit sebesar US$ 557 juta, meski membaik dibanding defisit pada kuartal I-2024 yang senilai US$ 5,97 miliar. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, CAD pada tahun ini berada pada kisaran 1% dari PDB, lebih lebar dibanding tahun 2023 yang sebesar 0,16% dari PDB. "Ekspor komoditas juga masih cenderung lemah dalam jangka pendek," kata David, kemarin. Makanya, surplus neraca perdagangan pada awal semester II tahun ini pun menyusut. Ekonom Bank Danamon Hosianna Situmoriang menilai, CAD tersebut masih terkendali dan sesuai dengan perkiraan BI. Alhasil, nilai tukar rupiah berpotensi menguat dan posisi cadangan devisa bisa optimal.

Tags :
#Makro #Defisit
Download Aplikasi Labirin :