Industri Perbankan Berhasil Meraup Laba Bersih Sebesar Rp 126,52 Triliun
Sampai dengan paruh pertama tahun ini, industri perbankan berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 126,52 triliun, tumbuh 5,46% (yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan laba bersih per Mei 2024 yang tumbuh 2,85% (yoy), namun masih relatif mini, sejalan dengan tantangan suku bunga tinggi yang belum berakhir. Perolehan laba bersih tersebut didukung dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 3,05% (yoy) menjadi Rp268,2 triliun. Pertumbuhan yang mini pada NII menunjukkan bahwa ketika suku bunga kredit, sehingga NII hanya naik 3%, dan membuat biaya dana membengkak. Pertumbuhan yang rendah juga disebabkan bank masih banyak mengalokasikan dana sebagai pencadangan sebagai antisipasi berbagai risiko ke depan. Ini juga menunjukkan bahwa era pertumbuhan laba perbankan yang tinggi telah berakhir. Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily dari OJK, apabila dirinci dari permodalannya. Laba bersih kelompok bank berdasarkan modal inti 1 mengalami kontraksi terdalam yakni -48,07% (yoy) menjadi Rp3,9 triliun sebelum yang 62,18% (yoy). (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023