Bersatu Melawan Pengesahan Revisi Undang-Undang Pilkada
LIMA mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada bertemu di Kedai Kopi, Lor Sawah, Condongcatur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu sore, 21 Agustus 2024. Mereka membahas sikap Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum UGM terhadap keputusan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat yang membangkang putusan Mahkamah Konstitusi mengenai uji materi Undang-Undang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota atau UU Pemilihan Kepala Daerah.
Mereka bersepakat turun aksi menentang sikap DPR tersebut. “Kami lihat situasi makin genting. Akhirnya kami memutuskan ke Jakarta untuk aksi bersama teman-teman,” kata Kepala Aksi dan Propaganda Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum UGM, Markus Togar Wijaya, Kamis, 22 Agustus 2024. Rencana mereka mendapat dukungan dari sejumlah dosen Fakultas Hukum UGM. Mereka diberi libur kuliah hanya untuk berdemonstrasi di Jakarta. Dosen Fakultas Hukum UGM, Herlambang Perdana Wiratraman, membenarkannya. “Kami berikan dukungan moral."
Markus bersama keempat rekannya berangkat ke Jakarta menggunakan mobil pribadi, Rabu malam, 21 Agustus 2024. Mereka tiba Kamis pagi kemarin dan langsung bergabung dengan massa yang sudah berdatangan ke gedung DPR, Jakarta. Keputusan serupa dilakukan sepuluh anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta. Mereka juga ke Jakarta untuk menentang pembangkangan terhadap konstitusi tersebut “Situasi demokrasi sudah dikuasai oligarki. Kami harus melawan,” kata Ketua BEM UPN Yogyakarta, Anas Robbani, Kamis kemarin. (Yetede)
Tags :
#HukumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023