Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Baru
PRESIDEN Joko Widodo merombak jajaran Kabinet Indonesia Maju di sisa dua bulan terakhirnya menjabat. Kocok ulang alias reshuffle kabinet dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin kemarin, 19 Agustus 2024. Salah satu yang dilantik Jokowi adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal itu menggantikan Arifin Tasrif.
Posisi Bahlil sebagai Menteri ESDM menimbulkan kekhawatiran benturan kepentingan. Musababnya, Bahlil memiliki perusahaan tambang. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai potensi terjadinya konflik kepentingan di Kementerian ESDM akan sangat besar. Sebab, kebijakan yang dijalankan Bahlil bisa mempengaruhi kelanjutan usaha perusahaannya sendiri. "Dia bisa menggunakan kuasanya untuk melayani kepentingan bisnisnya," tutur Manajer Kampanye Isu Tambang dan Energi Walhi, Rere Christianto, kepada Tempo, kemarin.
Perusahaan tambang yang dimiliki Bahlil di antaranya PT Meta Mineral Pradana. Berdasarkan data Mineral One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM, Bahlil tercatat sebagai komisaris awal Meta Mineral. Tapi tidak disebutkan periode Bahlil menjadi komisaris. Dalam susunan perubahan direksi perusahaan, tercantum nama orang lain yang menjabat komisaris terhitung 30 November 2022. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023