Anjloknya Laju Manufaktur
Anjloknya manufaktur ke level kontraksi membutuhkan gerak cepat dari pemerintah agar tidak semakin terpuruk. Ketua Umum Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, pihaknya mengharapkan kehadiran dan keberanian dari pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap industri dalam negeri yang sedang injury berat akibat praktek unfair trade. Perlindungan (BMAD) dan bea masuk tindakan pengamanan (BMPT) dengan besaran yang memadai. "Asaki memandang besaran BMAD untuk keramik impor dari China yang akan diterapkan masih dibawah harapan dan ekspektasi, serta jauh dibawah benchmarking dengan besaran BMAD keramik impor China dari negara Uni Eropa, Timur Tengah, AS, Meksiko, dan India," ucap dia kepada Investor Daily. (Yetede)
Tags :
#ManufakturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023