;

Anak Muda Melepas Emosi

Anak
Muda Melepas Emosi

Di tengah lalu lintas kendaraan bermotor di Jalan Raya Serpong, Tangsel, Banten, Rizky (32) nongkrong di minimarket. Ia duduk di pojok kursi besi warna hitam sambil menikmati minuman. Pekerja swasta di Karawaci, Tangerang, itu biasa meluangkan waktu 1-2 jam sepulang kerja sambil menunggu jalanan sepi. Pukul 20.00, ia melanjutkan perjalanan pulang naik sepeda motor ke rumahnya di Depok, Jabar. Sebagai pegawai swasta, Rizky terbiasa dikejar target, yang naik 20-30 % per tahun. Akhir-akhir ini, ia pusing karena target penjualannya terus berkurang. Nongkrong di kursi besi, menurut Rizky, menjadi cara jitu melepas tekanan kerja.

”Jadi di rumah ngga kepikiran beban pekerjaan. Apalagi ada anak-anak. Saya melepasnya di sini. Ketika sudah enggak stres, saya pulang. Yang penting, sampai rumah sudah adem,” tutur Rizky. Duduk di bangku depan minimarket juga menjadi pilihan Sayyid (22), mahasiswa magang di Jakarta, untuk meredakan penat. ”Saya sering nongkrong di depan Indomaret di Cipayung (Jaktim) sepulang magang karena capek,” katanya di Jakarta, Sabtu (27/7). Bermodal minuman Rp 10.000 per botol, dia duduk sambil bermain ponsel. Dia mendapatkan ketenangan dari melihat orang-orang yang berlalu-lalang di sekitarnya.

Setelah lelahnya reda, dia melanjutkan perjalanan. Sambil tertawa, dia merekomendasikan Taman Literasi, Jakarta Selatan, sebagai tempat untuk duduk, beristirahat, dan melegakan pikiran. Sementara itu, konsultasi ke psikolog dirasa cukup berat, seperti yang dirasakan Nanda (23), pegawai swasta di Yogyakarta. Awal 2023, ketika merasa stres karena skripsi, ia harus mengeluarkan biaya Rp 400.000 setiap sesi konseling. Setelah tiga kali konsultasi, kondisinya membaik. Ia bahkan sadar, ketika kecemasannya terus datang dan semakin mengganggu kesehariannya, ia butuh pertolongan profesional, yaitu psikolog. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :