Tantangan Sulit Pertumbuhan Ekonomi Pemerintahan Baru
DANA Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan mencapai angka 8 persen seperti yang dijanjikan oleh presiden terpilih Prabowo Subianto. Dalam laporan IMF Country Report Nomor 2024/270, ekonomi Indonesia tahun ini diramalkan sebesar 5 persen. Sementara itu, proyeksi untuk periode 2024-2029 bakal stagnan di angka 5,1 persen. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2024 mencapai 5 persen disokong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan investasi. “Ekonomi akan sedikit tumbuh ke level 5,1 persen pada 2025 ditopang ekspansi fiskal,” demikian tulisan IMF dalam laporannya, Rabu, 7 Agustus 2024.
Meski pertumbuhan ekonomi tetap positif, IMF menyebutkan Indonesia akan menghadapi sejumlah hambatan eksternal. Antara lain, potensi aliran modal asing keluar atau capital outflows sebagai dampak suku bunga acuan yang tinggi dari bank sentral negara maju. Ditambah volatilitas harga komoditas yang terjadi akibat disrupsi rantai pasok dan perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama Indonesia.
Dengan demikian, kinerja ekspor diperkirakan melambat. IMF menyatakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih akan bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi. Sementara itu, pertumbuhan impor akan pulih sejalan dengan permintaan domestik. Permintaan domestik yang dinamis pun dinilai dapat mengimbangi hambatan dari harga komoditas yang merosot. (Yetede)
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023