;

Hendri, Terjebak Janji Gaji Tinggi

Hendri, Terjebak
Janji Gaji Tinggi

Suhendri Ardiansyah (27) berangkat dengan niat mulia, agar tak menjadi beban keluarga dan bisa segera memiliki penghasilan sendiri. Namun, niat baik itu berujung petaka. Hendri diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO di Myanmar. Kini, keluarga Hendri cemas. Mereka diminta membayar tebusan 30.000 USD (setara Rp 400 juta) untuk keselamatan Hendri. Dari rekaman yang diterima Kompas, terdengar Hendri berkomunikasi dengan keluarganya, sepekan setelah tiba di Myanmar. Dengan suara ketakutan, Hendri memohon pertolongan dan mengungkap keinginannya untuk segera keluar dari wilayah yang tidak dikenalnya.

Hendri menceritakan, bersama 15 WNI lainnya, ia tiba di Thailand pada 11 Juli 2024. Setelah melanjutkan perjalanan selama delapan jam, ia baru menyadari telah berada di Myanmar. ”Check point tujuh kali titik. Kondisinya di pegunungan. Kalau dijemput, takut diketahui, kami dieksekusi. Patokannya SD Myanmar di sebelah kiri jalan ada gerbang gede, situ masuk. Yang jaga tentara semua. Kayak rusun gitu,” ujar Hendri terbata-bata. Rekaman lain mengungkap percakapan antara perwakilan keluarga Hendri dan seorang tak dikenal yang berbicara dengan aksen Melayu Malaysia. Orang itu meminta tebusan 15.000 dollar AS yang harus dibayar dalam dua hari.

Dua hari kemudian, orang yang sama kembali menagih tebusan. Sebelumnya, mereka bahkan meminta tebusan awal 30.000 USD dan 1.000 USD tambahan untuk meringankan siksaan Hendri. Hingga kini, keluarga Hendri belum dapat memenuhi permintaan tebusan tersebut. Keluarga berusaha memulangkan Hendri dengan meminta bantuan Kemenlu dan Polri. Yohana (35), kakak sepupu Hendri, mengatakan, sejauh ini keluarga sudah melaporkan dugaan TPPO ke Kemenlu dan Polri. ”Besok Senin (12/8), saya akan ke Mabes (Polri) lagi untuk dumas (pengaduan masyarakat) beserta bukti-bukti. Saya dengar juga kalau KBRI perlu kerja sama dan negosiasi dengan negara sana. Dari staf Kemenlu katanya akan memberi perkembangan (informasi) jika ada kabar,” ujar Yohana. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :