Kompetisi Ketat di Sektor Telekomunikasi
Kinerja emiten telekomunikasi diprediksi masih akan tumbuh positif pada 2024. Didukung peningkatan penetrasi internet di Indonesia yang masih berlanjut. Pada sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan Indosat Tbk (ISAT) telah memaparkan kinerja semester I-2024. TLKM masih mampu mencetak pertumbuhan pendapatan 2,47% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 75,29 triliun. Tapi laba bersih turun 7,8% menjadi Rp 11,76 triliun. Ini disebabkan kenaikan beberapa pos beban. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus melihat tren kenaikan penetrasi internet masih akan berlanjut, mengingat tingkat penetrasi internet di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara Asia lain. Ditambah, perkembangan ekosistem digital di Indonesia masih berkembang. Namun, dia menegaskan ekosistem digital tidak akan ada artinya jika tidak didukung dengan infrastruktur yang dibangun. Apalagi seperti di luar daerah yang masih banyak merasakan susah sinyal.
Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, juga dapat menjadi sentimen positif untuk meningkatkan kinerja industri telekomunikasi. Terlebih, ada rencana merger antara FREN dan EXCL akan menjadi katalis positif bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, sentimen pasar terhadap sektor emiten telekomunikasi saat ini cenderung positif, terutama dengan meningkatnya penetrasi internet dan kebutuhan akan konektivitas yang semakin tinggi. Untuk ISAT, meskipun mengalami pertumbuhan kinerja di semester I-2024, namun dengan peningkatan piutang usaha senilai Rp 3 triliun yang belum tertagih, dapat memberikan tekanan negatif terhadap harga saham ISAT. Dengan begitu, Sukarno merekomendasikan wait and see ISAT dengan target harga Rp 11.100–Rp 11.400 per saham. Untuk TLKM, Sukarno mengatakan kinerjanya secara jangka panjang masih baik, dari valuasinya yang semakin menarik. Hal ini tercermin dari harga saat ini yang sudah undervalued
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023