;

Mengatur Lagi Portofolio Investasi di Era New Normal

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 14 Jun 2020 Kontan, 26 Mei 2020
Mengatur Lagi Portofolio Investasi di Era New Normal

Mulai pekan ini, secara bertahap, Indonesia akan memasuki situasi normal yang baru atawa new normal. Meski kasus infeksi korona masih terus meningkat, pemerintah mulai mengizinkan perkantoran beroperasi. Sekolah dan pusat perbelanjaan juga akan menyusul buka dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Misal, pengaturan waktu kerja agar tidak terlalu panjang.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich menilai, pengaruh kenormalan baru ke pasar modal masih sulit diprediksi. Di satu sisi, kinerja emiten akan positif karena bisnis kembali berjalan. Walau tidak langsung kembali ke kondisi sebelum pandemi kata dia kemarin. Di sisi lain, ada risiko lantaran kasus Covid-19 masih terlihat meningkat sedangkan di negara lain relaksasi dilakukan setelah grafik kasus turun, sehingga risiko gelombang kedua lebih kecil.

Investment Specialist Sucorinvest Asset Management Toufan Yamin menilai, tekanan pada pasar modal masih cukup kuat. Sebab, aktivitas ekonomi akan bergerak dengan pola U-shaped recovery. Maklum, selain Covid-19, perang dagang Amerika Serikat dan China kembali terjadi.

Terkait kinerja sejumlah instrumen investasi yang diprediksi belum akan kembali normal di masa new normal, para pakar menyarankan investor menjaga likuiditas keuangan dalam kondisi seperti ini. Oleh karena itu, investor sebaiknya mengalokasikan mayoritas dana investasi jangka pendek dan menengah di instrumen likuid seperti reksadana pasar uang. Investor bisa menempatkan sekitar 60% investasi di reksadana pasar uang dan 25% di reksadana pendapatan tetap. Lalu sekitar 15% bisa ditempatkan di saham blue chips.

Toufan, Farash dan Lusiana Darmawan, Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning, menyarankan investor memenuhi dana darurat terlebih dulu, bahkan sebaiknya diperbanyak dan menerapkan strategi capital preservation untuk tujuan investasi jangka pendek dan pada imbal hasil yang lebih stabil. Lusiana menambahkan berinvestasi di aset saham saat ini masih bisa dilakukan secara bertahap. Namun investasi sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang. Toufan menilai saham-saham yang bergerak di sektor kebutuhan dasar seperti barang konsumsi dan infrastruktur telekomunikasi di era new normal menarik dikoleksi.

Download Aplikasi Labirin :