;

Investasi Terkendala Tenaga Kerja

Investasi Terkendala Tenaga Kerja
Selama lima tahun terakhir, realisasi investasi terus meningkat. Namun gelontoran penanaman modal ini belum berkontribusi signifikan untuk mengurangi angka pengangguran di dalam negeri. Sebagai perbandingan, total serapan tenaga kerja sepanjang 2023 mencapai 1,82 juta orang dari total investasi senilai Rp 1.418,9 triliun. Dengan kata lain, setiap Rp 1 triliun investasi cuma bisa menyerap 1.081 pekerja.

Adapun pada Februari 2024, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran sebanyak 7,2 juta orang. Angkanya berkurang 0,79 juta dari 7,9 juta pengangguran pada Februari 2023. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, kondisi ini terjadi karena serapan tenaga kerja tiap Rp 1 triliun investasi yang masuk menurun. Pada 2013-2014, dana sebesar itu bisa membuka lapangan kerja untuk sekitar 4.000 orang. "Saat ini serapan tenaga kerja per Rp 1 triliun investasi hanya seperempatnya," katanya kepada Tempo, Selasa, 30 Juli 2024.

Pemicunya adalah peralihan minat investasi para pemilik modal. Tren investasi Indonesia sudah beralih dari padat karya ke padat modal. Shinta menyebutkan faktor biaya tenaga kerja yang makin mahal membuat daya tarik industri padat karya berkurang di mata pengusaha. Dia mencontohkan, pada periode 2013-2019, terjadi fenomena kenaikan upah minimum yang drastis dan tak bisa diprediksi, bisa mencapai 40 persen dalam setahun. Ditambah lagi kenaikan upah minimum ini tak sebanding dengan produktivitasnya, sehingga ongkos tenaga kerja di dalam negeri terhitung tinggi. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :