Yen Terangkat Prospek Bunga
Yen Jepang bergerak menguat pekan lalu. Yen naik ke level tertinggi tiga bulan hingga sempat mencapai 151,945 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (25/7), sebelum tutup di 153,94 per dolar AS. Yen kembali menguat ke 153,76 per dolar AS pada Jumat (26/7). Sebelum Bank of Japan (BoJ) intervensi, yen sempat menyentuh level terendah dalam 38 tahun di 161,96 per dolar pada awal bulan ini. Ekspektasi BoJ akan mengubah kebijakan yang agresif pada pertemuan pekan depan, telah mendorong short carry-trade yen. Yakni para pedagang meminjam yen dengan suku bunga yang rendah untuk berinvestasi dalam aset-aset bernilai dolar AS, untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi. Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pertemuan BoJ dengan The Federal Reserve pada akhir bulan ini, yang membahas soal carry trade, membuat para pelaku pasar melakukan aksi profit taking. Pasar sekarang memperkirakan, 93% peluang The Fed memangkas suku bunga pada September, naik dari 73% sebelum data Consumer Price Index (CPI) keluar, menurut CME FedWatch. Pasar memperkirakan pelonggaran 61 basis poin (bps) tahun ini. Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong melihat, yen akan kembali menguat ke bawah 150 per dolar AS. Karena ini target paling realistis mengingat perbedaan suku bunga masih cukup besar antara BoJ dengan The Fed. Melansir Reuters, Bank of Japan kemungkinan besar akan menaikkan suku bunganya pada pekan depan, dengan pasar memperkirakan peluang kenaikan sebesar 64% untuk kenaikan 10 bps.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023