Bahan Bakar Laju Bursa Saham Makin Tipis
Menutup perdagangan di pekan terakhir bulan Juli 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona hijau. Jumat pekan lalu (26/7), IHSG berada di posisi 7.288,16, naik 0,66% dibanding penutupan di hari sebelumnya. Jika diakumulasi sejak awal tahun ini, indeks bursa nasional masih naik tipis 0,21%. Faktor internal dan eksternal jadi vitamin penggerak IHSG. Salah satunya musim rilis laporan keuangan emiten di semester I-2024. Hingga akhir pekan lalu, sudah ada lebih dari 120 emiten yang melaporkan realisasi kinerja di paruh pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, ada 10 emiten konstituen indeks saham LQ45 yang sudah melaporkan kinerja keuangan periode enam bulan. Hasilnya bervariasi. Seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang pendapatan dan laba bersihnya kompak menanjak. Emiten pertambangan itu membukukan penjualan bersih US$ 1,54 miliar, melejit 166,76% secara tahunan. Alhasil, laba bersih AMMN terbang 300% menjadi US$ 475,25 juta di semester I-2024. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih melihat, perbedaan kinerja emiten dipicu respons dan risiko bawaan (inherent risk) yang berbeda tiap emiten.
Ratih mencontohkan, Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang membukukan pertumbuhan laba berbeda saat tren suku bunga tinggi. Karena, nature of a business-nya berbeda. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto mencermati, dampak musim rilis laporan keuangan terhadap IHSG tidak terlalu signifikan. Rilis kinerja bukan satu-satunya sentimen penggerak IHSG. Ada faktor eksternal yang ikut menentukan arah pasar saham. Dibandingkan dengan bursa saham kawasan regional, kinerja IHSG kalah mentereng. Bandingkan dengan indeks bursa saham Malaysia (FTSE BM), naik 10,88% di sepanjang tahun berjalan ini. Performa IHSG juga kalah dari indeks saham Filipina dan Singapura. Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas Fath Aliansyah menambahkan, faktor penting yang mempengaruhi gerak IHSG ialah aliran dana dana asing (capital inflow). Sementara William memperkirakan, IHSG akan bergerak di support 7.200-7.354 sampai akhir bulan Juli. Sedangkan Ratih memproyeksi, IHSG bergerak mixed menguat terbatas, support 7.170 dan resistance 7.380.
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023