Sektor CPO dan Telekomunikasi Cetak Kinerja Terbaik
Sebanyak 135 emiten telah merilis laporan keuangan kuartal I-2020 terlihat sejumlah sektor tertekan pandemi korona. Meski begitu, sejumlah sektor masih mampu mencatatkan pertumbuhan tinggi di tiga bulan pertama tahun ini bahkan mencatat pertumbuhan laba bersih rata-rata hingga mencapai dua digit, yaitu sektor perkebunan serta sektor telekomunikasi.
Perkebunan mencapai pertumbuhan pendapatan 18,1% year on year (yoy) dan bahkan laba bersih 136,2% yoy yang ditopang utamanya oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dengan laba bersih AALI naik 891,9%. Emiten sektor telekomunikasi dan menara telekomunikasi mencatatkan rata-rata pertumbuhan pendapatan 13,8% yoy dan rata-rata pertumbuhan laba bersih sebesar 361,4% yoy. EXCL mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi di sektor ini, mencapai 2.557,2% secara yoy.
Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, kenaikan kinerja pada sektor agrikultur terdorong peningkatan harga jual CPO. Akan tetapi, sepanjang 2020, Chris melihat, kinerja emiten CPO bisa kembali turun. Sementara kinerja emiten sektor telekomunikasi terdongkrak efek kebijakan physical distancing. Kebijakan ini membuat interaksi online meningkat sehingga mendorong penggunaan data.
Sementara sektor aneka industri mencetak rata-rata penurunan pendapatan terdalam, yakni mencapai 26,5% yoy. Sedangkan penurunan rata-rata laba bersih terdalam ditorehkan sektor pariwisata dan perhotelan, yakni 1.934,40% yoy. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) mencetak lonjakan rugi bersih hingga 7.611,5% yoy, dari Rp 51,57 juta pada kuartal I-2019 menjadi Rp 3,98 miliar pada kuartal I-2020.
Kepala Riset MNC Sekuritas Thendra Crisnanda bahkan memprediksi, laba bersih emiten sektor yang tertekan pandemi Covid-19 masih bisa terus turun tahun ini. Secara rata-rata, penurunan laba bersih bisa mencapai 30%. Tapi Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilanus Nico Demus menyebut, investor juga bisa melirik saham perbankan seperti BBNI, BBRI, BBCA dan BMRI yang mampu menjaga stabilitas meski kinerjanya juga terpengaruh kredit bermasalah akibat pandemi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023