Tahun Ini, Pasar Mobil Bakal Macet
Laju industri mobil semakin tersendat. Bahkan, penjualan mobil nasional menurun secara ekstrem sejak kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bergulir. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, volume penjualan pada April lalu hanya mencapai 7.871 unit. Angka itu merosot hingga 90% dari 84.056 unit terjual di bulan yang sama tahun sebelumnya. Meski saat ini dengan relaksasi PSBB industri otomotif masih pesimistis hal tersebut langsung berdampak positif bagi pasar karena tidak serta merta meningkatkan daya beli masyarakat. Gaikindo memproyeksikan volume penjualan mobil penurunan 43% pada semester ini. Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, bahkan memperkirakan pasar otomotif kembali anjlok lebh tajam di bulan Mei. Dia memprediksikan pasar mobil baru kembali terungkit sedikit pada Juni 2020.
Di sepanjang semester pertama tahun ini, Daihatsu menargetkan bisa menjaga pangsa pasar ritel di level 17%. Pada April 2020, Daihatsu bertengger di posisi kedua pasar mobil nasional sebanyak 1.330 unit. Namun volume penjualan itu turun hingga 91% dibandingkan penjualan di bulan yang sama tahun lalu sebanyak 16.126 unit. Selain faktor PSBB, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandi, menilai permintaan mobil bergantung pada beberapa hal, mulai dari perekonomian nasional hingga kemudahan pengajuan kredit kendaraan bermotor.
Oleh karena itu, Toyota saat ini fokus menjaga perolehan pangsa pasar, alih-alih mengejar pertumbuhan volume penjualan. "Target kami adalah posisi nomor satu dengan market share yang cukup baik di atas 31%," ujar dia. Selama empat bulan pertama tahun ini, Toyota berhasil mengamankan pangsa pasar dengan volume penjualan 77.419 unit. Namun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume penjualan tersebut menyusut 27%. Langkah senada akan diterapkan PT Honda Prospect Motor (HPM) dengan mempertahankan pangsa pasar di sepanjang tahun ini. Sampai April 2020, Honda mencatatkan volume penjualan 37.401 unit, turun 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 40.476 unit. Direktur Marketing HPM, Yusak Billy, berharap pasar di semester kedua lebih bergairah seiring relaksasi PSBB. Sementara itu Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Ernando Demily, menyoroti beberapa hal yang mempengaruhi pasar otomotif, khususnya kedisiplinan penanganan wabah serta eksekusi stimulus ekonomi dari pemerintah. Soal target penjualan, Isuzu tak mematok angka muluk-muluk selain mencoba menyamai pangsa pasar tahun lalu.
Tags :
#OtomotifPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023