Bisakah Roti Awet Tiga Bulan
MASA simpan tahan roti Aoka yang mencapai tiga bulan menjadikan makanan ini primadona di pasar. Produk buatan PT Indonesia Bakery Family ini makin menarik lantaran dibalut kemasan premium, tapi hanya dibanderol Rp 2.000-4.000 per bungkus. Sebagai perbandingan, roti dengan kemasan serupa rata-rata hanya bertahan tujuh hari. Harganya pun terpaut jauh, mulai dari kisaran Rp 5.000 per bungkus. Dengan kapasitas produksi 20 ribu bungkus, produk Aoka dengan mudah menguasai pasar, khususnya di kelas harga murah.
Melihat dominasi tersebut, Paguyuban Roti dan Mie Ayam Borneo (Parimbo) berinisiatif menguji kandungan roti tersebut di laboratorium PT SGS Indonesia, bagian dari SGS Group yang merupakan perusahaan multinasional penyedia jasa laboratorium verifikasi, pengujian, inspeksi, dan sertifikasi. Berawal dari keinginan meniru strategi bisnis lawan, mereka justru menemukan bahan berbahaya dalam roti tersebut.
Menurut Ketua Parimbo Aftahuddin, sampel roti Aoka mengandung sodium dehydroacetate dalam bentuk asam dehidroasetat sebanyak 235 miligram per kilogram. Selain menguji roti Aoka, dia bersama koleganya menguji tiga merek roti sebagai pembanding. Ketiganya adalah roti Okko, My Roti, dan Sari Roti. Zat yang sama ditemukan dalam roti Okko sebanyak 345 miligram per kilogram.
Sodium dehydroacetate, yang juga dikenal dengan nama natrium dehidroasetat, merupakan zat aditif yang berfungsi sebagai bahan pengawet karena dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Di Indonesia, zat ini tak tertera dalam daftar bahan pengawet yang boleh digunakan untuk pangan dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan. (Yetede)
Tags :
#KulinerPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023