;

'FONDASI' KABINET PRABOWO

Sosial, Budaya, dan Demografi Hairul Rizal 19 Jul 2024 Bisnis Indonesia (H)
'FONDASI' KABINET PRABOWO

Suksesi kepemimpinan negara memang baru resmi Oktober nanti. Namun, manuver pemerintahan baru makin tampak setelah masuknya penggawa tim kampanye Presiden terpilih Prabowo Subianto, ke dalam kabinet Presiden Joko Widodo. Kemarin, Kamis (18/7), hanya beberapa jam seusai tiba dari kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab (UEA), Presiden Joko Widodo melantik tiga wakil menteri baru di Istana Negara. Mereka adalah Thomas Djiwandono, anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran sekaligus Bendahara Umum Partai Gerindra, yang dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan II; Sudaryono, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, yang dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian, menggantikan Harvic Hasnul Qolbi. Presiden Jokowi juga melantik Yuliot Tanjung, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, menjadi Wakil Menteri Investasi. Sejumlah kalangan pun berharap, para pejabat baru tersebut dapat bertugas dengan baik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. 

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid berharap ketiga wamen dapat menjalankan tugas dengan baik di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan, seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan konflik geopolitik yang berisiko memengaruhi stabilitas ekonomi, serta perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan nasional. "Kadin juga berharap agar Wakil Menteri Investasi [Yuliot Tanjung] dapat menggenjot investasi luar negeri ke Indonesia untuk menumbuhkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," kata Arsjad, Kamis (18/7). Setali tiga uang, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga berharap ketiga wamen baru tersebut dapat bekerja sama dengan pelaku usaha, baik untuk menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih efi sien, berdaya saing, maupun proproduktivitas. “Kami menantikan kinerja positif mereka hingga akhir masa jabatan,” ujar Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani. Putra mantan Gubernur Bank Indonesia Sudrajad Djiwandono itu juga akan bekerja erat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara. Menkeu Sri Mulyani berharap kehadiran Thomas Djiwandono sebagai Wamankeu II memudahkan transisi pemerintahan. 

“Dengan adanya Mas Thomas, [transisi] menjadi lebih mudah karena komunikasi sudah otomatis terjalin untuk menampung berbagai program prioritas Prabowo dan wapres terpilih Gibran,”ujarnya. Faktanya, Prabowo memang memiliki sejumlah program ambisius dan menantang dari segi fiskal. Misalnya, makan siang gratis yang pada tahap awal membutuhkan Rp71 triliun, atau Rp400 triliun jika diterapkan secara penuh, serta food estate. Belum lagi program melanjutkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang membutuhkan anggaran sekitar Rp400 triliun. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan program pangan pada era Presiden Jokowi akan dilanjutkan pada pemerintahan presiden terpilih Prabowo. Wakil Menteri Investasi Yuliot menyebut ada calon investor asing baru di IKN Nusantara yang sudah masuk ke tahap perizinan. Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Hurriyah berpendapat penunjukan tim Prabowo menjadi wamen menunjukkan bahwa Jokowi sedang berusaha menyenangkan Prabowo dalam rangka mengamankan koalisi politik yang terbangun lewat pasangan Prabowo-Gibran saat pilpres lalu.

Tags :
#Umum
Download Aplikasi Labirin :