Ketergantungan Impor Tinggi, Harga Obat Sulit Turun
Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku farmasi maupun obat terus tinggi selama bertahun-tahun yaitu tak beranjak disekitar 90% dari total kebutuhan. Ekspor industri farmasi Indonesia tercatat US$ 1,16 miliar (Rp18,76 triliun) pada 2020, US$ 1,28 miliar (Rp 20,70 triliun) pada 2023, dari US$ 0,37 miliar (Rp 5,98 triliun) pada tahun ini hingga April. bahkan, pada 2021, saat pandemi Covid-19 merebak, impor industri farmasi melonjak menjadi US$ 4,36 miliar atay Rp 70,52 triliun. Akibat ketergantungan ekspor yang tinggi terus-menerus itu, harga obat di Indonesia tercatat sangat mahal dan telah menjadi masalah yang tak kunjung terselesaikan secara tuntas dan permanen. Dibandingkan dengan negeri tetangga seperti Malaysia, harga obat di tanah air bisa 3-5 kali lipat, sedangkan dibandingkan India harga obat didalam negeri jauh lebih mahal lagi yakni bisa mencapai hingga enam kali lipat. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023