PERFORMA MANUFAKTUR : Berkah IKN untuk Besi & Baja
Pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara membawa berkah tersendiri bagi industri besi dan baja nasional. Pembangunan megaproyek itu diperkirakan membutuhkan 331.000 ton besi dan baja sejak 2023 hingga akhir tahun ini. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Abdul Muis memastikan bahwa pembangunan IKN Nusantara hingga kini hanya menggunakan besi dan baja yang berasal dari industri di dalam negeri. “Khusus IKN sejak 2023 sampai dengan 2024, kami kalkulasi sekitar 331.000 ton yang kita butuhkan, sampai akhir Desember nanti,” katanya, Rabu (10/7).
Adapun, proyeksi kebutuhan baja di IKN Nusantara oleh Kementerian PUPR itu jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan estimasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang memperkirakan bakal tembus 400.000 hingga 700.000 ton. Mengacu pada data tersebut, kebutuhan pasokan baja dan besi di IKN Nusantara dilaporkan mencapai 30% dari total kebutuhan nasional. “Untuk 2024, kami butuh 1,1 juta ton untuk seluruh Indonesia. Di IKN Nusantara 331.000 ton. Jadi, sekitar 30% [untuk IKN],” tambahnya. Di sisi lain, Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) terus berupaya melindungi industri baja nasional dari serbuan produk impor.Direktur Eksekutif IISIA Widodo Setiadharmaji sempat mengatakan kebijakan pengendalian impor yang dikeluarkan oleh pemerintah berhasil menekan volume importasi baja.
Sepanjang 2019—2023, volume impor turun 12,94% year-on-year (YoY) dari 17 juta ton pada 2019 menjadi 14,8 juta ton pada 2023. Angka impor itu belum pernah mencapai level sebelum Covid-19, meski permintaan baja domestik terus tummbuh.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023