;

Agar Investasi BPKH di Muamalat Optimal

Agar Investasi BPKH di Muamalat Optimal
TAHUN ini menjadi momen penting bagi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dalam acara milad ke-6 BPKH di Istana Negara, Jakarta, Desember 2023, Presiden Joko Widodo meminta BPKH mengelola dana umat secara profesional, akuntabel, hati-hati, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Presiden juga berpesan agar dana kelolaan BPKH dapat diinvestasikan pada instrumen investasi yang aman.

Jumlah dana umat yang dikelola BPKH saat ini mencapai Rp 170 triliun. Dari jumlah itu, manfaat yang dihasilkan mencapai Rp 11,52 triliun. Nilai sebesar itu tentu saja pantas menjadi perhatian, terutama dalam hal profesionalisme dan kompetensi BPKH dalam mengelolanya. Profesionalisme pengelolaan investasi ini pada akhirnya juga akan bermanfaat untuk umat. Salah satunya untuk memenuhi kekurangan pembiayaan haji yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Inovasi dan kehati-hatian pengelolaan investasi yang sesuai dengan regulasi perlu dilakukan BPKH di masa depan. Selama ini upaya tersebut sudah mulai terlihat. Misalnya, pada 2022, BPKH berinvestasi langsung sebesar Rp 1 triliun kepada Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan membeli instrumen subordinasi dengan basis akad syariah sebesar Rp 2 triliun. Investasi ini membuat BPKH menjadi pemegang saham mayoritas BMI, dengan porsi 82,65 persen. 

Lalu bagaimana perkembangan kinerja investasi besar itu? Topik pengelolaan investasi ini menjadi menarik dibahas dan disoroti karena, jika sampai terjadi kegagalan atau investasi yang dilakukan tak optimal, kegiatan operasional haji kita bisa terganggu. Dalam konteks pengelolaan investasi, salah satu isu yang penting adalah perlunya BPKH mentransformasi BMI. (Yetede)
Tags :
#Nasional
Download Aplikasi Labirin :