;

Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Menyempit

Kemiskinan Menurun,
Ketimpangan Menyempit

Sebanyak 25,22 juta orang atau 9,03 % penduduk Indonesia, menurut angka kemiskinan periode Maret 2024 yang dirilis BPS, masih berada di bawah garis kemiskinan. Persentase penduduk miskin menurun dibanding periode Maret 2023. Penurunan tahun 2024 merupakan penurunan ketiga kalinya sejak pandemi Covid-19. Saat pandemi, angka kemiskinan sempat melonjak di atas 10 % (double digit). Berturut-turut, persentase penduduk miskin pada Maret 2021, 2022, dan 2023 adalah 10,14 %; 9,54 % dan 9,36 %. Angka kemiskinan 9,03 % pada 2024 lebih rendah daripada kondisi sebelum pandemi Maret 2019) di 9,41 %. Indeks kedalaman kemiskinan turun dari 1,528 (Maret 2023) menjadi 1,461 pada Maret 2024, menunjukkan jarak penduduk miskin untuk merangkak keluar dari garis kemiskinan semakin dekat.

Sementara indeks keparahan kemiskinan yang turun dari 0,377 menjadi 0,347 menggambarkandistribusi pengeluaran di antara penduduk miskin semakin merata. Penurunan angka kemiskinan terjadi sekaligus di perkotaan dan perdesaan. Namun, disparitas cukup lebar antara angka kemiskinan perdesaan dan perkotaan. Angka kemiskinan di perkotaan Maret 2024 mencapai 7,09 %, sedang di perdesaan 11,79 %. Selisih angka kemiskinan antarprovinsi masih menjadi PR. Kemiskinan terendah berada di Provinsi Bali (4,00 %) dan tertinggi di Provinsi Papua Pegunungan (32,97 %).

Sektor pertanian masih menjadi tumpuan nafkah separuh (48,86 %) rumah tangga miskin di Indonesia. Sektor pertanian juga menyerap hampir sepertiga (28,21 %) penduduk yang bekerja di Indonesia. Inflasi merupakan ancaman bagi angka kemiskinankarena garis kemiskinan menginput inflasi secara linier. Kenaikan harga beberapa bahan pokok pada periode Maret 2024 dibandingn Maret 2023 mengakibatkan inflasi. Padahal produk-produk tersebut merupakan output dari pertanian dan industri yang bahan dasarnya juga berasal dari pertanian. Hingga saat ini garis kemiskinan masih didominasi bahan makanan.

Hampir tiga perempat (74,44 %) garis kemiskinan terdistribusi pada komoditas makanan. Peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sangat krusial. Membangun pertanian sekaligus bisa menjadi solusi bagi masalah ketenagakerjaan. Pertanian dengan segala atribut yang menempel padanya memerlukan penguatan melalui uluran tangan pemerintah, seperti bantuan subsidi pupuk ataupun benih. Edukasiteknologi pertanian sepatutnya semakin digencarkan agar pertanian tradisional kembali terangkat. Disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan sekaligus dapat tereduksi. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :