;

Keabsahan Gelar Profesor dan Doktor para Pesohor

Keabsahan Gelar Profesor dan Doktor para Pesohor
BOLEHKAH gelar profesor dan doktor (kehormatan) diberikan kepada tokoh yang bukan dari kalangan akademikus, peneliti, atau dosen? Tentu saja boleh dan hal itu bukanlah masalah selama proses serta pemberian gelar tersebut didasarkan pada alasan yang masuk akal. Pebisnis Cina pendiri Alibaba Group, Jack Ma, misalnya, diangkat menjadi profesor tamu University of Tokyo. Pengangkatan ini tak terlalu menuai kontroversi. Kapasitas Jack Ma sebagai pemimpin raksasa bisnis digital global membuat orang tak menyangsikan kapasitas dan kemampuannya. Sebagai profesor tamu, Jack Ma menyampaikan kuliah tentang filosofi manajemen, kewirausahaan, dan inovasi; serta memberikan supervisi perihal topik penelitian, terutama dalam bidang pertanian berkelanjutan dan produksi pangan.

Demikian halnya ketika Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan dan ikon perlawanan apartheid, dianugerahi gelar doctor of laws honoris causa oleh Harvard University pada 1998. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas perjuangan Mandela dalam mempromosikan hak asasi manusia, keadilan sosial, dan demokrasi. Pemberian gelar kehormatan semacam ini dilakukan karena karya tokoh penerimanya dianggap melebihi karya akademik para doktor atau profesor dalam bidang hukum dan HAM di Harvard.

Kredibilitas dan reputasi yang diakui publik, ditambah karya para tokoh yang menginspirasi masyarakat global, membuat Jack Ma dan Nelson Mandela dianggap tak cuma layak diberi gelar profesor dan doktor honoris causa. Kita juga bisa melihat fenomena pesohor Oprah Winfrey yang menerima gelar doctor of laws honoris causa dari Harvard University. Gelar tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam bidang pendidikan dan filantropi. Oprah dianggap berkontribusi besar terhadap berbagai inisiatif pendidikan, termasuk mendirikan Oprah Winfrey Leadership Academy for Girls di Afrika Selatan. (Yetede)
Tags :
#Bisnis #Varia
Download Aplikasi Labirin :