Ekspor Jadi Penyelamat
Badai pandemi Covid-19 juga menghantam sektor industri otomotif. Pada saat sektor ini berusaha merangkak naik di tengah penurunan penjualan dalam dua tahun terakhir, pandemi membuat penjualan terpuruk. Ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show 2020 yang sedianya digelar awal April dibatalkan. Adapun, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020 diundur dari Agustus ke Oktober-November. Padahal, ajang semacam ini dapat mendongkrak penjualan. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi pasar otomotif 2020 akan anjlok 50 persen dibandingkan dengan 2019.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yakin industri otomotif masih jadi andalan ekspor nasional kendati dalam situasi pandemi Covid-19. Pada akhir 2019, ekspor industri otomotif meningkat 2,2 persen secara tahunan menjadi 6,3 miliar dollar AS. Agus menyebutkan, ada sejumlah pesanan produk otomotif Indonesia dari negara lain dan rencana pengiriman dimulai bulan depan. Hal ini mengindikasikan pasar ekspor produk otomotif nasional masih bergeliat.
Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan, Pukulan terasa pada triwulan II, turun 50 persen secara tahunan dan Triwulan III dan IV bergantung pada penanganan Covid-19 dan stimulus di setiap negara, tidak hanya Indonesia. Bob menambahkan, berdasarkan berbagai asumsi, pihaknya menyiapkan diri jika krisis molor hingga akhir tahun depan. Kesiapan itu diperlukan karena TMMIN juga menggarap pasar ekspor. Menurut Bob, sekitar 50 persen produk TMMIN mengisi pasar ekspor.
Kebutuhan mengisi pasar ekspor bisa jadi penyelamat pada saat permintaan dalam negeri merosot tajam. Pada pertengahan April 2020, TMMIN sempat mengaktifkan pabrik dua pekan setelah berhenti dua pekan untuk mengisi ekspor karena permintaan ekspor masih ada. Tuntutan ekspor juga membuat PT Suzuki Indomobil Motor mengaktifkan pabrik di Jakarta dan Bekasi sejak 26 Mei 2020 kendati PSBB belum resmi dicabut sebagaiaman dilansir Seiji Itayama, President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto tak menampik kondisi industri otomotif menghadapi permintaan pasar yang melemah akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini terlihat dari penjualan yang mulai merosot sejak akhir Maret, berlanjut pada April dan Mei. Namun, Henry optimistis kondisi akan membaik pada paruh kedua tahun ini.
Donny Saputra, Direktur Pemasaran Roda 4 PT Suzuki Indomobil Sales, menuturkan penjualan Suzuki melorot baik untuk pasar ekspor maupun pasar dalam negeri. Namun, dalam kondisi berat itu, salah satu model Suzuki, yaitu Suzuki APV, justru membukukan peningkatan penjualan. Alasannya, mobil itu banyak dijadikan ambulans dalam pandemi Covid-19. Sementara, Prianto, HR & GA Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), mengatakan, hingga kini masih memantau situasi terkini untuk kembali memulai aktivitas produksi Mitsubishi di pabrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dia menambahkan, Mitsubishi akan memproduksi kendaraan sesuai permintaan, termasuk untuk ekspor.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023