Penurunan Kemiskinan Ekstrem Harus Dijaga
Tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Hal ini membuat pemerintah optimistis target nol % kemiskinan ekstrem tahun ini bisa tercapai. Pemerintahan selanjutnya di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran diharapkan bisa menjaga tren tersebut. Survei BPS menunjukkan tingkat kemiskinan ekstrem per Maret 2024 tersisa 0,83 %, turun 0,29 % dibanding Maret 2024 di 1,12 %. Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, tiga strategi yang ditempuh meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat, serta pengurangan jumlah kantong kemiskinan. Upaya ini sesuai Inpres No 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
”Sekarang waktunya tinggal lima bulan untuk memastikan target kita bisa mendekati nol persen,” kata Muhadjir dalam jumpa pers di Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (3/7). Target kemiskinan ekstrem nol persen, hanya bisa dicapai jika semua kementerian, lembaga, pemeda, hingga swasta terus menguatkan komitmennya. ”Karena itu, lima bulan ini saya minta dari deputi yang menangani untuk memastikan daerah-daerah mana yang angka kemiskinan dan kemiskinan ekstremnya masih tinggi dan memang butuh intervensi dari pemerintah pusat,” tuturnya. Muhadjir menambahkan, segala upaya baik harus diteruskan dan dijaga pemerintahan selanjutnya yang akan dipimpin Prabowo-Gibran. Sebab, ini merupakan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2030. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023