Bisnis Minyak Goreng, Teh, dan Susu ala Pompa Bensin
Tak hanya bensin dan solar yang dijual menggunakan dispenser atau mesin penyaji digital seperti di pom bensin. Minyak goreng, teh, dan susu pun bisa dijual ala SPBU. Untuk minyak goreng, ada yang menyebutnya SPBU minyak goreng dan pom mini minyak goreng. Nama usahanya juga beragam, seperti Pomindo (Pom Minyak Goreng Indonesia), Pomigo (Pom Minyak Goreng), dan Pom Migor (Pom Minyak Goreng). Untuk teh dan susu, juga mirip, seperti SPBU teh atau susu dan pom milk (susu) atau es teh. Nama usahanya unik, antara lain Pertehmina, Ehtes3000, dan Pertamilk. Pom minyak goreng curah berkembang sejak Indonesia mengalami krisis minyak goreng pada 2022. Untuk mengatasinya, pemerintah menggelar operasi pasar minyak goreng curah untuk Rakyat dengan truk tangki minyak goreng.
Bahkan, pemerintah melalui ID Food menyediakan pom minyak goreng di 24 pasar tradisional Jabodetabek, dengan kios minyak goreng curah berwadah toren atau tandon dengan kapasitas 3.000 liter dan jeriken berbagai ukuran. Sejak krisis teratasi, pom minyak goreng curah di pasar tradisional tak lagi beroperasi. Namun, konsepnya tidak pernah mati lantaran menginspirasi lahirnya bisnis kreatif pom minyak goreng, menggunakan dispenser ala SPBU atau pom bensin. Ada yang membangunnya benar-benar mirip SPBU atau pom bensin mini. Minyak goreng yang dijual juga berkualitas CP 8 dan CP 10 atau di atas minyak goreng curah dengan kualitas CP 12. CP atau cloud point merupakan indikator kualitas ketahanan minyak goreng berdasarkan kondisi suhu. Semakin rendah CP minyak goreng, daya tahannya semakin baik atau tidak berkabut saat diletakkan dalam suhu rendah.
Perusahaan yang memotori bisnis itu seperti PT Pomigo Nusantara, Pomindo besutan PT Parama Artha Buwana, dan PT Pomigo Indonesia Blora, yang menawarkan peluang kemitraan menjadi depo dan agen, bahkan pedagang eceran minyak goreng. Pom mini minyak goreng juga diluncurkan di banyak daerah, dilakukan oleh pemkab, koperasi, hingga perseorangan. Uun Sumiati (56) warga Perumahan Inkopat, Desa Sasakpanjang, Tajurhalang, Bogor, Jabar, membuka usaha sendiri. Bermodal Rp 32 juta, ia mendapatkan dispenser minyak goreng digital, tangki kapasitas 1.000 liter, dan 500 liter minyak goreng. ”Harganya Rp 14.000 per liter. Namun, warga sekitar bisa membelinya sesuai kemampuan. Bisa beli Rp 3.000, Rp 5.000, atau Rp 7.500,” kata Uun yang membuka usaha itu sejak 2023, Minggu (30/6).
Tak hanya pom mini minyak goreng, pom mini es teh dan susu juga mulai menjamur di sejumlah daerah di Indonesia. Bisnis itu menjadi salah satu jalan dan cara kreatif mengembangkan UMKM. Salah satu pendiri Pertehmina, Rahadika Widya Nugraha, mengatakan, bisnis es teh terus menjamur sehingga pihaknya melahirkan konsep yang berbeda, yakni mengusung konsep pom bensin, mulai dari peralatan, varian teh, hingga seragam penjual. Adapun pom susu dikembangkan oleh Pertamilk yang merupakan usaha waralaba dengan slogan ”Pasti Enak”. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman menuturkan, industri makanan dan minuman terus bertumbuh berkat inovasi dan ide-ide kreatif para pelakunya. Ide kreatif itu memberikan peluang usaha. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023