;

Tekstil Lokal Versus Impor

Ekonomi Yoga 26 Jun 2024 Kompas
Tekstil Lokal Versus Impor

Serbuan produk impor, legal dan ilegal, membuat sebagian pelaku industri tekstil dan produk tekstil bertekuk lutut. Kalah. Pekerjanya kehilangan pendapatan. Mesin produksi di sebuah pabrik tekstil di Majalaya, Bandung, Jabar, menganggur. Padahal, biasanya menjelang Lebaran, mesin itu beroperasi dan menghasilkan tekstil untuk memenuhi permintaan pasar yang melonjak. Foto itu dimuat di harian Kompas, 3 April 2023. Kisah pabrik dan pekerjanya itu sungguh pedih. Tak kuasa menghadapi tekstil dan produk tekstil (TPT) impor yang membanjiri pasar Tanah Air, mesin pabrik itu hanya beroperasi 60 %. Tambahan penghasilan bagi pekerja yang diperoleh dari lembur sejak 3-6 bulan sebelum Lebaran tinggal mimpi. Produk mereka kalah bersaing dengan produk impor yang harganya lebih murah.

Mengacu data BPS, impor pakaian dan aksesorinya naik menjelang Lebaran 2023 dan 2024. Sekitar 38,76 % pakaian dan aksesori rajutan yang diimpor pada Januari-Maret 2024 dari China. Adapun impor pakaian dan aksesori bukan rajutan pada Januari-Maret 2024, sekitar 30,28 % dari China. Sisanya dari Bangladesh, Vietnam, Hong Kong, dan negara-negara lain. Seolah belum cukup, persoalan yang dihadapi industri TPT di Indonesia masih ditambah permintaan global yang menurun. Pasar makin ketat diperebutkan. Pabrik yang kalah bersaing lambat laun akan gulung tikar. Ada juga yang memindahkan lokasi pabrik ke daerah yang biaya buruhnya lebih murah. Padahal, industri TPT tercatat sebagai industri padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.

Penutupan pabrik berdampak signifikan pada serapan tenaga kerja dan menambah jumlah penganggur secara nasional. Sebenarnya, masih ada investasi atau penanaman modal yang menyasar industri tekstil. Menurut data Kementerian Investasi/BKPM, pada 2023 terdapat penanaman modal dalam negeri 7,949 miliar USD untuk 1.723 proyek industri tekstil di Indonesia. Adapun penanaman modal asing sebesar 457 juta USD untuk 1.303 proyek industri tekstil di dalam negeri. Dengan berbagai indikator itu, industri TPT mestinya layak mendapat perhatian lebih besar. Salah satu bentuk perhatian itu adalah menjaga pasar dalam negeri dari serbuan produk impor yang masif, yang membuat produk lokal kalah bersaing di negeri sendiri. (Yoga)


Tags :
#Tekstil #Impor
Download Aplikasi Labirin :