;

Pelaku Usaha Wisata Ikuti Prosedur New Normal

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 04 Jun 2020 Republika, 02 Jun 2020
Pelaku Usaha Wisata Ikuti Prosedur New Normal

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ari Juliano memastikan protokol new normal atau normal baru akan menjadi acuan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dalam menjalankan usahanya. Protokol ini diharapkan akan meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di sektor pariwisata sekaligus peningkatan inovasi digital untuk memajukan sektor-sektor ekonomi kreatif Indonesia agar dapat bangkit dan bersaing di pasar global.

Penerapan protokol normal baru tersebut bertujuan agar wisatawan dapat tetap berkunjung dengan tenang dan nyaman karena fasilitas pariwisata kini sudah semakin disempurnakan dengan standar bersih, sehat, aman yang terverifikasi. Ari menjelaskan, protokol kesehatan ini akan melalui beberapa tahapan, mulai dari melakukan simulasi, sosialisasi, publikasi kepada publik, dan yang terakhir melakukan uji coba. Pelaksanaan tahapan- tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan daerah.

Pengamat pariwisata sekaligus founder Temannya Wisatawan, Taufan Rahmadi, menilai, pemerintah harus membuat indeks acuan destinasi normal baru secara tegas dan jelas. Tanpa indeks yang jelas, pemilihan destinasi yang bisa dikunjungi dengan protokol kesehatan menjadi tidak transparan dan dipenuhi konflik kepentingan. Taufan menjabarkan, dari hasil survei US Travel Association, terkait Covid- 19 sebagai faktor utama penentu keputusan dalam berwisata, 55 persen koresponden menilai pandemi memengaruhi wisatawan menentukan keputusan liburan dalam enam bulan ke depan. Jadi ada pandemi atau tidak, parameter dan indeks kesiapan suatu destinasi harus ditentukan dengan tegas, jadi bukan hanya soal cepat-cepat buka destinasi.

Download Aplikasi Labirin :