;

Karpet Merah untuk Investor Amerika dan Jepang

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 04 Jun 2020 Tempo, 02 Jun 2020
Karpet Merah untuk Investor Amerika dan Jepang

Pemerintah berbenah untuk menarik investor asing. Pengusaha asal Amerika dan Jepang yang hendak merelokasi pabrik mereka dari Cina menjadi sasarannya. Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rizal Calvary, menyatakan pemerintah telah menggelar rapat-rapat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menggaet para calon investor tersebut. 

BKPM sedang memperbaiki sejumlah masalah perizinan yang dinilai masih menghambat. Rizal mengklaim proses berbenah itu sudah rampung 80 persen. 

Rizal menuturkan para calon investor akan diarahkan untuk membuka usahanya di Kawasan Industri Brebes yang terdaftar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 sebagai kawasan prioritas. Investor dapat menikmati insentif seperti pengurangan hingga pembebasan pajak sesuai dengan nilai investasi mereka.

Menurut Rizal, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia secara khusus meminta agar insentif juga diberikan untuk pengadaan tanah. 

Indonesia pernah tak mampu bersaing dengan beberapa negara tetangga, terutama Vietnam, saat 33 perusahaan di Cina mencari tempat baru untuk merelokasi pabrik mereka tahun lalu. Sebanyak 23 perusahaan memilih hijrah ke Vietnam. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan akan mempercepat pembangunan Kawasan Industri Brebes agar tak lagi kehilangan momentum. 

Agus menuturkan Kawasan Industri Brebes, akan ditargetkan menjadi pusat industri farmasi dan alat kesehatan. Selain itu, kawasan tersebut akan difokuskan sebagai pusat industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri makanan dan minuman, serta industri mebel.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pabrik milik pengusaha Amerika yang akan direlokasi bergerak di sektor farmasi. Dia menilai kebijakan akibat memanasnya hubugan Amerika dan Cina ini dapat menjadi momentum untuk mengembangkan industri farmasi dalam negeri. 

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, Tri Purnajaya, menuturkan bahwa Indonesia juga berpeluang mengembangkan sektor otomotif dan manufaktur. Pasalnya, pemerintah Jepang menyiapkan dana 23,5 miliar yen untuk merelokasi pabrik ke Asia Tenggara akibat hambatan pasokan komponen dari Cina setelah wabah Covid-19 merebak.

Tags :
#Bisnis #Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :