Pembentukan Holding Gagal Perbaiki Kinerja BUMN Farmasi
Sinergi tiga BUMN farmasi melalui pembentukan holding yang telah berjalan selama empat tahun ternyata gagal mendongkrak kinerja. Faktanya, ketiga BUMN yang meliputi PT Bio Farma (induk holding), PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indofarma Tbk itu justru mencatatkan penurunan pendapatan hingga 28% pada 2023. Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mengkritik keras kondisi tersebut. Menurut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, keberadaan holding seharusnya dapat meningkatkan effisiensi dan kinerja masing-masing BUMN dengan kerja sama dan sinergi yang dijalin. Namun, setelah holding BUMN farmasi resmi terbentuk awal 2020, yang terjadi justru sebaliknya. "Apakah enggak ada sinergi? Apa enggak tercipta chemistry? Bungkusnya saja holding, tetapi masih jalan sendiri-sendiri. Malah mungkin satu ngalor (ke utara), satu ngidul (ke selatan), satu ngetan ( ke timur), satu ngulon ( ke barat). Enggak ada sinergi didalamnya. Apakah seperti itu? Tentu harus kita kritik," ujar Amin. Bahkan, salah satu anggota holding, PT Indofarma Tbk, diduga mengalami fraud, salah satunya yang banyak disorot publik adalah terkait utang ke pinjalaman online atau fintech sebesar Rp 1,26 miliar. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023