China Mau Keamanan Pasokan Logam
Meski telah merajai pasokan logam tanah jarang global, China masih mengamankan rantai pasokannya, dengan memfokuskan kerja sama dengan Australia soal penambangan dan pengolahan logam tanah jarang. Beijing mau perusahaan tambang China tetap leluasa menambang dan mengelola logam tanah jarang di Australia. Adapun Australia menegaskan berhak menjual pasokan logam mereka kepada banyak pihak. Hal itu mengemuka dalam kunjungan PM China Li Qiang ke Perth, Negara Bagian Australia Barat, Selasa (18/6). Li berkunjung ke Tianqi Lithium Energy Australia, pabrik pengolahan litium yang 51 % sahamnya dimiliki perusahaan China dan sisanya oleh perusahaan Australia.
Australia Barat merupakan penghasil 39 % litium dunia. Bersama negara bagian selain Australia Barat, Australia memasok 52 % litium global. Mayoritas dari litium Australia ini diekspor ke China untuk diolah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik dan komponen peralatan elektronik. Australia baru-baru ini memulai industri pengolahan litium, sebelumnya litium diekspor sebagai mineral mentah. ”China mengharapkan Australia bertindak adil dalam menyediakan kesempatan yang setara bagi perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi. Jangan ada diskriminasi karena kerja sama adalah kunci kita bisa meraih kesejahteraan bersama,” kata Li, dikutip kantor berita nasional China, Xinhua.
PM Australia Anthony Albanese berbicara kepada sejumlah media Australia, salah satunya surat kabar West Australian, menegaskan, Canberra sangat terbuka terhadap investasi asing di semua bidang. Ia menekankan, Australia tidak bermaksud memutus rantai pasok ataupun merobohkan jembatan yang menghubungkan perekonomian dengan negara mana pun. ”Namun, patut dimengerti bahwa Australia juga menginginkan meragamkan pangsa pasar. China memang konsumen nomor satu kita. Akan tetapi, kita tetap perlu mencari negara-negara lain untuk menjadi konsumen dan melakukan diversifikasi,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023