;

TANGKAS MENJAGA INFLASI

Ekonomi Hairul Rizal 15 Jun 2024 Bisnis Indonesia (H)
TANGKAS MENJAGA INFLASI

Di tengah berbagai tantangan mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, arus modal keluar, hingga ancaman eksternal berupa konflik geopolitik di sejumlah wilayah di dunia, inflasi Indonesia dalam 10 tahun terakhir menunjukkan tren positif. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan, inflasi bakal terus terkendali pada posisi yang rendah pada sisa tahun 2024 dan pada 2025. Angka inflasi hingga akhir tahun ini diproyeksikan bakal terjaga sesuai target BI di rentang 1,5% hingga 3,5% (year-on-year/YoY). “Kami memperkirakan inflasi pada sisa 2024 ini dan tahun 2025 akan tetap terkendali rendah dalam kisaran sararan 2,5% plus minus 1%,” tuturnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendali Inflasi 2024, Jumat (14/6). Menurutnya, tren inflasi dalam 10 tahun terakhir menunjukkan inflasi terkendali rendah dan termasuk yang terendah di dunia saat ini. Tercatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) Mei 2024 yang berada di angka 2,84% atau masuk dalam kisaran target 2,5% plus minus 1%. 

Menurutnya, BI, pemerintah pusat, dan daerah berupaya mempererat sinergi pengendalian inflasi melalui tim pengendali inflasi pusat (TPIP) dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Adapun, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, inflasi yang terkendali bakal memberikan dukungan kinerja terhadap pertumbuhan Indonesia. Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2024 tercatat sebesar 5,11% (YoY). Menurutnya, strategi yang dilakukan pemerintah untuk menjaga inflasi adalah dukungan fiskal pemerintah pusat dalam bentuk anggaran untuk pengendalian inflasi. Anggaran tersebut, saat ini telah mencapai Rp39 triliun atau 29% dari pagu Rp124,16 triliun. Sementara itu, realisasi fiskal daerah mencapai Rp13,56 triliun dari 92,87 triliun. Langkah lainnya adalah peningkatan produksi dengan penambahan alokasi pupuk subsidi maupun akses pembiayaan untuk sektor pertanian, penyaluran KUR untuk sektor pertanian sebesar 30%. 

Hal ini termasuk memastikan kelancaran distribusi utamanya untuk 10 komoditas pangan strategis oleh Badan Pangan Nasional. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan, pengendalian inflasi di wilayahnya berlaku menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir. Pemda Jateng memfasilitasi bantuan benih cabai, fasilitasi pupuk bersubsidi, sosialisasi gerakan menanam di pengarangan, serta pembangunan rumah kaca untuk optimalisasi budi daya komoditas itu guna menjamin ketersediaan. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB-UI Teuku Riefky mengatakan kolaborasi antara TPIP, TPID dan GNPIP untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan sangat penting. Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengingatkan pemerintah menjaga ketersediaan barang guna memenuhi permintaan konsumen dan kelancaran distribusi barang.

Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :