;

Taksi Terbang Digarap untuk IKN

13 Jun 2024 Kompas
Taksi Terbang
Digarap
untuk IKN

Pesawat Intercrus Sola yang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Intercrus Aero Indonesia ditargetkan mengudara di langit Indonesia. Ibu Kota Nusantara atau IKN menjadi salah satu opsi pengoperasian perdana taksi terbang yang diklaim ramah lingkungan. Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Kota Bandung, Jabar, Rabu (12/6). Kesepahaman itu ditandatangani oleh CEO PT Intercrus Aero Indonesia Jeremy Hasian Saragih dan Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) M Arif Faisal. Momen penandatanganan ini disaksikan Dirut PTDI, Gita Amperiawan. Menurut Gita, nota kesepahaman itu terkait pengembangan teknologi transportasi udara yang bernama Intercrus Sola.

”Pemikiran bersama dengan PT Intercrus Aero Indonesia ini menghasilkan produk advanced air mobility (AAM). Kebetulan Jeremy dan tim sudah mulai menginisiasi rancangannya dan akan kami coba dengan serius. Dengan dukungan dari pemerintah, kepercayaan diri kami makin naik,” tuturnya. Produk berupa pesawat bertenaga listrik sehingga ramah lingkungan denan baling-baling menghadap vertikal atau multicopter ini memiliki kapasitas empat penumpang dan daya angkut hingga 1.200 kilogram. Menurut Gita, lingkup kerja sama yang dijalin ini mulai dari pengembangan, sertifikasi, manufaktur, hingga komersialisasi produk. Setiap unit akan diproduksi oleh PTDI sebagai pabrik pesawat satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Jeremy menyatakan, pesawat yang mampu terbang dengan ketinggian 1.000 meter ini telah dirancang agar mudah dioperasikan dan kompak. ”Harga pesawat multicopter ini, belum bisa dipastikan. Estimasinya sekitar 600.000 USD dan akan kami coba tekan. Operasionalisasi cruising altitude (jelajah ketinggian) bisa sampai 1.000 meter. Nanti, saat pengoperasian perdana, mungkin berkisar 300-500 meter dan itu sudah diperhitungkan bisa di langit kota-kota Indonesia,” ujarnya. Pengoperasian penuh taksi terbang ini dilaksanakan tahun 2028. Sebelumnya, serangkaian tes hingga pemenuhan sertifikasi produk dilakukan untuk memastikan keamanan. Pembentukan tim teknis juga diharapkan bisa mengembangkan AAM untuk memenuhi kebutuhan sipil hingga pertahanan. IKN menjadi salah satu opsi untuk pengoperasian per-dana taksi terbang ini.(Yoga)


Download Aplikasi Labirin :