;

TRANSAKSI PASAR MODAL : BOS EMITEN TAMBAH KOLEKSI SAHAM

Ekonomi Hairul Rizal 12 Jun 2024 Bisnis Indonesia
TRANSAKSI PASAR MODAL : BOS EMITEN TAMBAH KOLEKSI SAHAM

Volatilitas tinggi di pasar saham menjadi momentum yang dimanfaatkan oleh sejumlah bos emiten dan investor institusi pemegang saham pengendali untuk berbelanja saham guna mempertebal kepemilikan saham. Teranyar, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) telah menyelesaikan pembelian saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) sebesar 7,5% atau setara dengan 75,83 juta saham. Transaksi itu dilakukan pada harga Rp2.741 per saham, sehingga anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) merogoh kocek sebesar Rp207,86 miliar. Dalam keterbukaan informasi Selasa (11/6), Sekretaris Perusahaan CUAN Robertus Maylando Siahaya menyampaikan, kepemilikan saham perseroan dalam PTRO meningkat dari 34% menjadi 41,5% setelah transaksi tersebut. Robertus menyebutkan pembelian itu sejalan dengan rencana pengembangan usaha CUAN, yang secara umum bertujuan untuk menambah aset perseroan, sehingga dapat memberikan nilai lebih kepada para pemangku kepentingan perseroan di masa mendatang. Langkah itu sejalan dengan aksi Prajogo Pangestu yang turun tangan untuk memborong saham PT Barito Renewables Tbk. (BREN). Pada Senin (10/6), Prajogo membeli 37,84 juta saham BREN di tengah tekanan jual akibat sahamnya masuk ke papan pemantauan khusus (PPK) dengan skema full call auction. Sejak masuk PPK pada 29 Mei 2024, saham BREN sudah merosot 46,2% dari level Rp11.250 ke level Rp6.050 hingga Jumat (7/6). Namun, saham BREN menguat 2 hari berturut-turut sebesar 9,92% pada Senin (10/6), dan 9,77% pada Selasa (11/6) setelah aksi borong bos Grup Barito Pacific itu. 

“Penambahan kepemilikan saham oleh Prajogo merupakan bentuk dari kepercayaan atas langkah-langkah strategis pengembangan dan ekspansi usaha yang telah dilakukan oleh Barito Renewables bersama anak usaha, Star Energy Geothermal dan Barito Wind Energy,” kata Corporate Secretary Barito Renewables Energy Merly dalam keterangan Resmi, Senin (10/6). Aksi pembelian saham juga dilakukan setidaknya oleh tiga direktur utama emiten lain. Mereka ialah Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi, Direktur Utama PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (MAHA) Yenny Hamidah Koean, dan Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) Hasmoro. Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada BEI, Darmawan menyampaikan telah membeli 150.000 saham BMRI dengan harga pelaksanaan Rp5.900 per saham. Lewat transaksinya senilai Rp885 juta itu, total saham BMRI yang dikoleksi Darmawan meningkat menjadi 10,98 juta saham. Sementara itu, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menjelaskan upaya Prajogo Pangestu dengan mengintervensi pasar dapat menciptakan kepercayaan investor ke saham BREN. Menurutnya, aksi pembelian oleh bos emiten akan berdampak positif, sehingga investor yang sempat mengalami panic selling menjadi optimistis untuk menahan saham BREN.

Tags :
#Pasar Modal
Download Aplikasi Labirin :