;

Transaksi Saham Sepi Akibat Investor Tak Hepi

Ekonomi Hairul Rizal 11 Jun 2024 Kontan (H)
Transaksi Saham Sepi Akibat Investor Tak Hepi

Nilai transaksi harian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai sepi. Investor mengerem transaksi saham di bursa, salah satunya karena tak hepi dengan sentimen negatif penerapan papan pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA).  Kemarin (10/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.921,54 atau naik 0,34%. Nilai transaksi harian saham kembali di kisaran Rp 8,88 triliun. Alhasil, nilai transaksi harian saham secara beruntun berada di angka Rp 8 triliun per hari dalam tiga hari terakhir perdagangan saham. Khusus pada perdagangan saham kemarin, nilai transaksi saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencapai Rp 411 miliar. Saham yang terkena tato X dan ditransaksikan dengan skema FCA itu menopang 5% perdagangan harian di BEI. 

"Penambahan kepemilikan saham Bapak Prajogo ini merupakan bentuk dari kepercayaan beliau sebagai Chairman Grup Barito atas langkah-langkah strategis pengembangan dan ekspansi usaha yang telah dilakukan oleh Barito Renewables bersama anak usaha, Star Energy Geothermal dan Barito Wind Energy," tulis Merly, Direktur dan Corporate Secretary BREN dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/6). Sebagai gambaran, berdasarkan  data terakhir Statistik Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata transaksi harian saham pada April 2024 senilai Rp 14,01 triliun. Pada pekan lalu, rata-rata transaksi harian di bursa sekitar Rp 10,38 triliun.  Alhasil, rata-rata transaksi harian saham dalam tiga hari terakhir turun 40%. 

Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI mengatakan, memang dalam tiga hari terakhir nilai transaksi harian di bursa di bawah Rp 10 triliun. Tapi, kata dia, secara year to date (ytd) masih tumbuh 12,06%. "Terlalu dini untuk menilai faktor penyebab penurunan nilai transaksi," katanya kepada KONTAN, Senin (10/6). Head of Equity Research Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro menilai sepinya transaksi di bursa saham belakangan ini dipengaruhi perginya dana investor asing ke negara lain. Kemarin, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 296,06 miliar. Sepekan terakhir net sell asing mencapai Rp 2,34 triliun. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy juga menandaskan, sepinya transaksi bursa beberapa hari terakhir merupakan efek dari papan pemantauan khusus. Oleh karena itu, Budi menyarankan BEI lebih transparan menjelaskan manfaat dan mudarat FCA. Salah satu investor di pasar saham yang enggan disebutkan namanya menilai BEI seharusnya memberikan wadah bagi setiap tipe investor. Sebab, jika hanya mengandalkan investor fundamental transaksi di bursa akan sepi. 

Tags :
#Saham
Download Aplikasi Labirin :