Menikmati Laba Tinggi dari Saham Teknologi
Mayoritas unitlink berbasis saham menghasilkan kinerja negatif. Berdasarkan data Infovesta Utama hingga Mei 2024, rata-rata unitlink saham mencetak kerugian 2,28% dalam sebulan. Sedangkan bila dihitung sejak awal tahun hingga Mei, kinerja unitlink saham minus 3,32%. Namun total unitlink berbasis saham global justru mencetak kinerja sebaliknya. Bahkan, sejumlah unitlink saham dollar AS mampu mencetak keuntungan hingga dua digit. Wawan Hendrayana, Wakil Presiden Infovesta Utama, menjelaskan, unitlink berbasis saham global bisa mencetak kinerja positif karena banyak yang menginvestasikan dananya di saham teknologi. Seperti diketahui, pergerakan saham sektor teknologi di bursa AS naik kencang di sepanjang tahun ini.
Selain itu, tidak seperti bursa saham dalam negeri, kebanyakan bursa saham di luar negeri mencetak kinerja positif. Indeks Nikkei 225 misal mencetak kenaikan 15,60% sejak awal tahun. S&P 500 menguat 12,10% dan Nasdaq menguat 14,13% di periode yang sama. Salah satu unitlink saham berdenominasi dollar AS yang mencetak cuan positif adalah Prulink US Dollar Global Tech Equity Fund.
Bila dihitung sejak awal tahun hingga Mei, unitlink ini mencetak imbal hasil 20,11% (lihat tabel). Dalam periode tersebut, Prulink US Dollar Global Tech merupakan unitlink saham dollar AS dengan kinerja tertinggi. Kinerja positif unitlink Prudential ini bukan cuma terlihat sepanjang tahun ini. Dalam setahun terakhir, produk ini telah menghasilkan keuntungan sebesar 46,12%. Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia berharap, unitlink perusahaan ini tetap menghasilkan kinerja positif. Karin menegaskan, Prudential akan terus fokus berinvestasi di sektor-sektor yang memiliki ketahanan.
Unitlink saham dollar AS lain yang menghasilkan cuan tinggi adalah unitlink besutan Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US Dollar. Produk ini menghasilkan imbal hasil sebesar 14,64% di sepanjang 2024 berjalan dan sebesar 5,18% di Mei 2024. Wawan memperkirakan, imbal hasil unitlink berbasis saham teknologi masih akan positif. "Dengan proyeksi penurunan suku bunga, imbal hasil sebetulnya masih bisa naik. Tapi sentimen eskalasi krisis di Timur Tengah dan perang dagang bisa membuat pergerakan saham akan volatil," ujar dia.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023